Fix, Agus Mulya Sutanto Duduki Kursi Ketum KONI KBB Usai Depak Sonya Fatmala

Kontestasi perebutan kursi Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhir berakhir. kursi Ketum KONI KBB periode 2022-2026

Fix, Agus Mulya Sutanto Duduki Kursi Ketum KONI KBB Usai Depak Sonya Fatmala
kursi Ketum KONI KBB periode 2022-2026 akhirnya diduduki Agus Mulya Sutanto. Ia menang telak dari pesaingnya Sonya Fatmala dengan raihan suara sebanyak 37 suara
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Kontestasi perebutan kursi Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhir berakhir.
 
Pasalnya, kursi Ketum KONI KBB periode 2022-2026 akhirnya diduduki Agus Mulya Sutanto. Ia menang telak dari pesaingnya Sonya Fatmala dengan raihan suara sebanyak 37 suara 
 
Sementara itu, istri Plt Bupati Bandung, Sonya Fatmala hanya mendapat 24 suara dari keseluruhan suara, yakni 61 suara.
 
 
Agus mengatakan, dirinya sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh pihak.
 
"Saya yakin di Porprov KBB masuk empat besar maka dari itu marilah kembali bersatu", kata Agus Mulya Sutanto kepada wartawan usai terpilih menjadi Ketum KONI KBB, Rabu 22 Juni 2022.
 
Ia mengaku, dirinya bertekad untuk membawa perubahan di dalam kepengurusan KONI KBB yang semakin solid dan kompak.
 
 
“Kami yakin bisa prestasi di Jawa Barat, saya ingin mengubah KONI KBB menjadi lebih baik lagi kedepannya tentu lebih berprestasi lagi dibandingkan sebelumnya," ujarnya.
 
Ia menilai, agar bisa mengubah paradigma KONI KBB dan para pengurus cabor dibawahnya harus mau berubah. 
 
Menurutnya, dengan memilih figur yang belum terkontaminasi dan bersih serta jujur.
 
"Serta yang urusan dalam hidupnya sudah selesai, sehingga jabatan ketua KONI KBB bukan untuk mencari uang," terangnya.
 
 
“Semua yang diinginkan sudah tercapai dan dicita-citakan sudah terlaksana dan tercapai, sekarang tinggal saya mengabdikan diri dan selalu berkontribusi kepada masyarakat," sambungnya.
 
Kendati demikian, jelas dia, identiknya KONI KBB itu dikaitkan dengan kekuasaan. Padahal tidak demikian, kepengurusan profesional akan selalu dekat dengan pemerintah.
 
Disinggung terkait anggaran, ia mengatakan, sebab sudah pasti KONI itu akan diperhatikan pemerintah karena amanat undang-undang.
 
 
“Terkait anggaran ini tinggal bagaimana kita melakukan penguatan dengan memanfaatkan jaringan yang saya miliki, tujuannya untuk bisa mendatangkan sponsor yang bisa membantu KONI diluar anggaran pemerintah," bebernya.
 
"Pasti bisa karena di KBB sendiri banyak sekali potensi yang bisa di kerjasamakan dari berbagai sektor," pungkasnya.***(agus satia negara).
 
 
 


Editor : inilahkoran