Dampak PMK, Produksi Susu di KBB Hanya 18 Ton
para peternak sapi perah di KBB mengeluh menurunnya produksi susu yang dihasilkan sapi efek dari wabah PMK yang juga belum kungjung selesai
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat para peternak sapi perah menjerit lantaran berimbas pada produksi susu.
Kabid Keswan Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan, dampak PMK bagi para peternak sapi di wilayahnya kian memperihatinkan. Pasalnya, saat ini jumlah produksi susu yang dihasilkan sapi perah hanya 18 ton per hari.
"Padahal sebelumnya, produksi susu di Kabupaten Bandung Barat bisa mencapai 150 ton per hari," katanya saat ditemui, Selasa 28 Juni 2022.
Baca Juga: Jumlah Hewan Ternak Terpapar PMK di KBB Tembus Angka 8.213 Ekor
Ia menyebut, berdasarkan data yang diterima pihaknya, beberapa KUD di KBB mengalami penurunan sekitar 30 ton susu per hari.
"Kalau susu di distribusikan dari industri pengolahan susu (IPS) masih aman. Tapi para IPS industri pengolahan susu masih kekurangan, dan para IPS menurunkan jumlah pengolahan susu," sebutnya.
Disinggung terkait, kebijakan Pemerintah pusat telah menyiapkan subsidi pengganti bagi peternak sebesar Rp 10 juta, ia menyebut, untuk di KBB regulasi masih dalam tahap penggodokan.
Baca Juga: Tanggapi Aspirasi Buruh, Komisi IV DPRD KBB Sebut Masalahnya Kurang Komunikasi
"Bupati melalui kepala dinas sudah menyampaikan dan kami masih menunggu regulasi yang fix dari pusat," ujarnya.
Ia menambahkan, selama PMK di KBB kerugian diderita mencapai lebih dari Rp 9 milyar.
"Baik dari ternak yang mati di potong bersayarat maupun susunya terhenti selama 14 hari dalam masa penyembuhan," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


