Sekolah Swasta Diajak Lebih Berani Berkompetisi
sekolah swasta diharapkan lebih berani berkompetisi dan tidak menunggu limpahan calon siswa yang tidak lolos ke sekolah negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung Medi Mahendra mengatakan, sekolah swasta diharapkan lebih berani berkompetisi dan tidak menunggu limpahan calon siswa yang tidak lolos ke sekolah negeri.
Menurutnya, sekolah negeri dan swasta saat ini berbeda. Dulu banyak orangtua yang merasa tidak percaya diri karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri dan terpaksa memilih sekolah swasta.
“Sekarang terbalik. Banyak orangtua yang sejak awal memilih sekolah swasta dan memilih sekolah negeri yang kualitasnya mendekati sekolah swasta," ujar Medi Mahendra, dalam acara BPI Expo Beyond the School, di Aula Kampus BPI, Jalan Burangrang, Bandung, Jumat 1 Juli 2022.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Ancam Disdik Kabupaten Cirebon Gara-gara Korwil Tak Kunjung Dibubarkan
Kompetisi ini, menurut Medi, yang juga menjadi Ketua Komite Sekolah merupakan hal yang positif karena memacu sekolah negeri untuk meningkatkan kualitas.
"Sebagai Ketua Komite Sekolah, saya tidak ragu beberapa kali mengajak guru dan kepala sekolah untuk belajar ke sekolah-sekolah swasta," ucap Medi Mahendra.
Semantara itu, Kepala SMA BPI 1 Bandung Kiki Aryani, lebih leluasa dibandingkan sekolah negeri. SMA BPI 1 Bandung kebetulan telah menjadi sekolah penggerak di Jawa Barat, sehingga pihaknya bisa menyiapkan fasilitas yang tidak dimiliki sekolah-sekolah lain.
"Misalnya native speaker untuk bahasa asing, melakukan kerja sama sister school dengan sekolah di luar negeri, dan sebagainya. Ini dilakukan sesuai visi sekolah yang siap go international," ujar Kiki Aryani.
Baca Juga: Disdik Kota Bandung Jamin Anak Ketgori Rawan Melanjutkan Pendidikan Tetap Dapat Sekolah
Kelebihan itu juga yang membuat Kepala SMA BPI 2 Bandung Waluya Wahid Utama menambahkan, optimistis menjadikan SMA BPI 2 Bandung sebagai sekolah unggulan di Kota Bandung.
"Kami sudah sejak lama berbenah, bahkan kelas-kelas sudah dilengkapi alat bantu pembelajaran digital, termasuk smart-board. Tidak hanya board-nya yang smart, tapi gurunya juga harus smart," imbuh Waluya Wahid Utama.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Yayasan BPI dan Yamanashi Gakuin di Kota Kofu, Prefektur Yamanishi, Jepang.
"Kami siap menerima kunjungan dan pertukaran pelajar dengan BPI, baik dalam jangka waktu yang pendek maupun panjang.” ujar International Exchange Staff Yamanashi Gakuin University, Fadly Agustimahir. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran

