Farhan Dalami Dugaan Penebangan Pohon Dago Berkaitan dengan Bisnis
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendalami dugaan penebangan pohon di Dago terkait kepentingan bisnis. Penyelidikan juga menyasar Sawunggaling.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap adanya indikasi keterkaitan penebangan sejumlah pohon di kawasan Dago dengan kepentingan bisnis.
Pemerintah Kota Bandung kini tengah mendalami dugaan tersebut melalui proses pemeriksaan dan penyusunan berita acara pemeriksaan (BAP).
Farhan mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah pihaknya menemukan sejumlah pohon yang ditebang di kawasan Dago. Penelusuran juga akan diperluas ke kawasan Sawunggaling.
“Itu yang sedang diselidiki. Kalau saya sih melihatnya ada indikasi. Nah indikasi ini kan mesti menjadi sebuah BAP, berita acara pemeriksaan,” kata Farhan, Selasa (11/8/2026).
Menurut Farhan, persoalan penebangan pohon tidak hanya berkaitan dengan sanksi yang akan diberikan. Pemerintah, kata dia, harus memastikan seluruh proses penanganan hingga penyelesaiannya berjalan tuntas.
“Karena ini kan bukan masalah sanksi. Sanksinya ringan, tapi penyelesaiannya yang mesti tuntas,” ujarnya.
Farhan Singgung Kasus Pohon di Jalan Martadinata
Farhan juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan komersial di balik penebangan pohon. Ia mencontohkan kasus di Jalan R.E.L.L. Martadinata yang sebelumnya dikaitkan dengan keberadaan videotron.
“Kalau memang kayak kasus penebangan di Jalan Martadinata, kan terbukti ada keterkaitan khusus antara pemotongan pohon dengan videotron. Maka videotronnya kita segel,” ujar Farhan.
Dalam kasus tersebut, dugaan keterkaitan diperkuat melalui keterangan kontraktor dalam BAP. Kontraktor disebut mengaku melakukan penebangan atas inisiatif sendiri agar keberadaan videotron lebih terlihat.
“Itu ada pengakuan di BAP dari kontraktornya. Apalagi kontraktornya pasang badan. Dia bilang, enggak ada yang nyuruh. Saya inisiatif sendiri,” jelasnya.
Tiga Pohon di Dago Jadi Perhatian
Sementara untuk kasus di Dago, Farhan menyebut terdapat sekitar tiga pohon atau lokasi penebangan yang menjadi perhatian pemerintah.
Namun, ia mengaku masih perlu memastikan kembali jenis dan jumlah pohon yang ditebang di kawasan tersebut.
“Tiga kalau enggak salah. Mahoni juga kok. Eh, mahoni apa pinus, gitu,” tuturnya.
Farhan mengatakan dirinya baru melihat langsung kondisi kawasan tersebut pada Minggu subuh. Setelah melihat kondisi di lapangan, ia memastikan penyelidikan akan dilakukan secara lebih mendalam.
“Saya tuh baru lihat benerannya kan kemarin subuh tuh. Hari Minggu subuh. Nah kita akan selidiki lebih dalam itu, Dago. Terutama, enggak cuma di Dago tapi juga di Sawunggaling,” katanya.
Pemkot Bandung Fokus Tangani Kasus Cijerah
Di tengah penyelidikan kasus penebangan pohon di Dago, Pemkot Bandung juga masih menangani persoalan serupa di kawasan Cijerah.
Farhan menyebut Cijerah menjadi salah satu prioritas karena hingga kini pemerintah belum menemukan solusi atas persoalan tersebut.
“Hari ini saya mau fokus ke Cijerah dulu, karena Cijerah juga belum ada solusi,” tegasnya.
Setelah persoalan Cijerah ditangani, Pemkot Bandung akan memastikan proses penegakan Peraturan Daerah (Perda) terkait kasus penebangan 35 pohon dapat diselesaikan.
“Setelah itu kita akan pastikan, seluruh penegakan yustisi Perda di penebangan 35 pohon ini tuntas selesai,” ucap Farhan.
Inspektorat Periksa Kepala Dinas hingga Wali Kota
Selain penyelidikan terhadap penebangan pohon di Dago dan kawasan lainnya, Farhan juga mengungkap perkembangan pemeriksaan Inspektorat terkait kasus di Jalan Martadinata.
Ia mengatakan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat belum diterimanya dan dijadwalkan baru akan diterima pada pekan berikutnya.
“Nah, laporan dari Inspektorat baru saya akan dapat hari Senin. Belum ada update,” ujarnya.
Pemeriksaan tersebut tidak hanya menyasar jajaran teknis. Sejumlah kepala dinas, lurah, camat setempat hingga Wali Kota Bandung juga akan diperiksa untuk memastikan seluruh rangkaian persoalan dapat diketahui secara menyeluruh.
“Ada. Diperiksa, para kepala dinas diperiksa. Lurah, camat setempat sampai wali kota aja akan diperiksa. Memastikan,” tuturnya.
Saat ditanya apakah dirinya telah menjalani pemeriksaan, Farhan mengaku belum. Namun, ia memastikan dirinya juga akan diperiksa oleh Inspektorat.
“Belum, belum. Belum. Pasti satu-satu dia akan periksanya,” katanya.
Menurut Farhan, pemeriksaan terhadap dirinya diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan tanggung jawab pemerintah dalam persoalan penebangan pohon tersebut.
“Akan. Saya juga akan. Kan pertanyaannya gini, masa wali kota enggak tahu gitu kan,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

