Tangani PMK Jelang Idul Adha, Ngatiyana Instruksikan Dispangtan Jeli Periksa Hewan Kurban

Ngatiyana meminta Dispangtan Kota Cimahi peningkatkan pemeriksaan kesehatan hewan jurban jelang Idul Adha

Tangani PMK Jelang Idul Adha, Ngatiyana Instruksikan Dispangtan Jeli Periksa Hewan Kurban
Antisipasi PMK Ngatoyana minta Dispangtan Kota Cimahi tingkatkan pemeriksaan hewan kurban,

INILAHKORAN, Cimahi - Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 H tinggal menghitung hari. Namun, momentum tersebut kini dihadapkan pada sejumlah kekhawatiran lantaran adanya wabah penyakit mulut dan tembakan (PMK) yang menyerang hewan ternak di sejumlah daerah, tak terkecuali Kota Cimahi.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah gencar melakukan peningkatkan pemeriksaan kesehatan hewan jelang Hari Raya Idul Adha.

Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) perlu ditangani agar tidak menular dan menambah kasus hewan ternak yang tertular.

Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha, Jumat 1 Juli Tahun 2022

"Hari raya idul adha biasanya masyarakat menyiapkan hewan kurban. Karena itu saya intruksikan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi agar jeli memeriksa hewan kurban sehingga tidak terjangkit penyakit menular PMK," katanya.

Ia menyebut, Dispangtan Kota Cimahi bakal turun ke lapangan mendatangi lokasi penjualan hewan kurban sampai memeriksa usai dilakukan penyembelihan.

"Layak atau tidak, sehat atau tidak nanti petugas dinas yang menentukan sesuai hasil pemeriksaan," sebutnya.

Baca Juga: Lepas Ratusan Jemaah Calon Haji Kota Cimahi, Begini Pesan Ngatiyana

Ia menegaskan, hewan ternak harus dirawat jangan sampai tertular penyakit berbahaya tersebut. Oleh karenanya, guna mencegah masuk PMK, tergantung pemeriksaan oleh Dispangtan.

"Dengan layanan tersebut, diharapkan dapat membantu mencegah penularan penyakit berbahaya bagi hewan ternak tersebut," tegasnya.

Ia menambahkan, tingkat penularan PMK cukup tinggi terutama melalui kontak langsung maupun tidak langsung, hingga makanan.

"Jika ditemukan gejala-gejala yang menyerupai tersebut, peternak diimbau untuk bisa segera ditangani dan tidak merebak ke hewan ternak lain," pungkasnya.***(agus satia negara)

 


Editor : inilahkoran