Bingung Bayar Utang Judi Online, DS Habisi Nyawa Wanita Paruh Baya di Cileunyi

Lantaran bingung bayar utang judi online, pelaku berinisial DS (34) menghabisi nyawa GEJ (60) wanita paruh baya di Cileunyi.

Bingung Bayar Utang Judi Online, DS Habisi Nyawa Wanita Paruh Baya di Cileunyi
Satreskrim Polresta Bandung berhasil menciduk pelaku kasus pembunuhan GEJ (60) wanita paruh baya di Cileunyi. Pelaku berinisial DS mengaku bingung bayar utang judi online.

INILAHKORAN, Bandung - Lantaran bingung bayar utang judi online, pelaku berinisial DS (34) menghabisi nyawa wanita paruh baya di Cileunyi.

Satreskrim Polresta Bandung berhasil menciduk pelaku kasus pembunuhan GEJ (60) wanita paruh baya di Cileunyi yang beralamat di Perumahan Rajasananagara Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. DS membunuhnya sebab tak diberi pinjaman uang dan bingung bayar utang judi online.

"Kejadiannya pada 27 Juni lalu, pelaku bingung bayar utang judi online yang akhirnya membunuh wanita paruh baya di Cileunyi. Lokasinya di Cileunyi di Komplek Rajasanagara, Desa Cinunuk," katanya Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Oliestha Ageng Wicaksana, Senin 4 Juli 2022.

Baca Juga: Ini Ungkapan Daisuke Sato Jalani Latihan Perdana Bersama Persib

Dia menuturkan, temuan jasad wanita paruh baya di Cileunyi itu berawal dari temuan masyarakat yang mengetahui ada seseorang dalam keadaan rumah terkunci dan tergeletak di dalam rumah.

"Setelah dilakukan pendobrakan, ternyata di dalam rumah terdapat korban yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa," ujarnya.

Mengetahui ada pemuan mayat, warga dan petugas keamanan perumahan tersebut, menghubungi petugas Kepolisian. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP),diperkirakan korban yang tinggal seorang diri ini sudah meninggal dua hari lalu.

Baca Juga: Proyek Pembangunan Jalan Selatan KBB Terancam Gagal, Hengky Kurniawan Bakal Ambil Langkah Tegas Ini

"Dari serangkaian penyelidikan, sehingga menemukan petunjuk kearah tersangka atas nama DS. DS adalah warga Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung," katanya.

Menurut Oliestha, pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati dan kecewa tak diberi pinjaman uang. Pelaku yang marah ini mengancam akan menghanisi nyawa korban dengan sebuah pisau cutter.

"DS ini meminjam uang, kemudian saat tidak dikabulkan disitulah akhirnya pelaku naik pitam dan mengancam menggunakan cutter untuk menghabisi nyawa korban," ujarnya.

Baca Juga: Selama Ridwan Kamil di Tanah Suci, Wagub Uu Diangkat Jadi Plh Gubernur Jabar

Karena tak berhasil menghabisi nyawa korban dengan pisau cutter, tersangka lantas mencekik korban dengan seutas kabel. Tersangka akhirnya tewas ditangan tersangka dengan cara dicekik serta dibentur-benturkan kepalanya ke tembok rumah.

"Karena pisau cutternya patah saat ditusukan ke leher korban. Akhirnya pelaku mencekik korban menggunakan kabel hingga korban meninggal dunia," ujarnya.

Oliestha melanjutkan, korban dan pelaku ini sebenarnya saling mengenal karena korban sering meminjamkan modal untuk usaha DS. Namun saat itu, korban yang dipinjami uang sebesar Rp2 juta tak mau memberinya. Sehingga, tersangka DS nekat menghabisi nyawa wanita paruh baya itu.

Baca Juga: Paket Wisata Bandung KBB Bakal Dikerjasamakan Disparbud KBB dan Kota Bandung

"Sebelum ditangkap, pelaku sempat berpindah-pindah tempat. Pelaku akhirnya berhasil kami tangkap di sebuah perkebunan karet di Banjar Jawa Barat. Dari tangan tersangka juga kami mengamankan barang berharga milik korban berupa berupa beberapa cincin," katanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku DS dilanggar Pasal 338 maupun Pasal 340 dengan ancaman maksimal yaitu 20 tahun penjara.

Baca Juga: Mahasiswa Minta Polisi Tangkap Pelaku Keributan Babarsari

Sementara itu, DS mengaku nekat menghabisi nyawa GEJ karena panik karena berteriak-tariak saat diancam olehnya. Maka pisau cutter yang di bawahnya ditusukan ke leher korban, kemudian dibekap serta diseret ke dalam rumah dan dicekik dengan kabel.

"Saya pinjam uang Rp2 juta untuk bayar utang karena kalah judi online. Karena dia enggak ngasih saya ancam pakai pisau, tapi dia malah teriak-teriak membuat saya panik dan gelap mata," katanya. (Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran