Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Hengky Bakal Kembali Genjot Booster

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal kembali menggenjot program vaksinasi ketiga, yakni booster.

Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Hengky Bakal Kembali Genjot Booster
Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal kembali menggenjot program vaksinasi ketiga, yakni booster.
 
Hal tersebut dilakukan menyusul kembali meningkatnya angka kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
 
Seperti diberitakan sebelumnya, tren kasus COVID-19 yang kembali mengalami peningkatan di wilayahnya. Padahal, sebelumnya tercatat tinggal 2 kasus pada awal Mei 2022, kini awal Juli 2022 kasus korona aktif di KBB mencapai 50 orang. 
 
 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, pada Minggu 10 Juli 2022 mencatat, 50 kasus aktif ini tersebar di 8 kecamatan yakni Kecamatan Parongpong 18 kasus, Padalarang 11 kasus, Ngamprah 7 kasus, Lembang 10 kasus, serta Cipatat, Cililin, Cikalongwetan, dan Cihampelas masing 1 kasus.
 
"Kami akan genjot lagi vaksin booster sebagai antisipasi kenaikan kasus COVID-19 yang sekarang di KBB juga naik lagi," kata Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan saat ditemui, Rabu 13 Juli 2022.
 
Ia menyebut, booster telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai syarat beraktivitas seperti untuk perjalanan antar daerah baik darat, laut, dan udara. 
 
 
"Dengan demikian di daerah harus ikut kebijakan yang telah ditekankan oleh pusat karena pastinya sudah melalui kajian yang matang," sebutnya.
 
Ia menuturkan, capaian vaksinasi booster di KBB sudah mencapai 35,51 persen. Sedangkan dosis satu 102,39 persen dan dosis dua 82,80 persen. 
 
"Untuk lansia dosis satu 114,14%, dosis dua 90,41%, dan dosis tiga 50,48%. Sedangkan kasus positif aktif kembali naik menjadi 52 orang, meninggal 299, dan sembuh 27.752," tuturnya.
 
 
Selain itu, lanjut dia, pihaknya pun kembali diingatkan adalah terkait dengan penerapan protokol kesehatan. 
 
Menurutnya, jika sebelumnya di luar ruangan sudah dibolehkan tidak memakai masker. Kini dianjurkan lagi kembali memakai masker saat beraktivitas baik di dalam maupun luar ruangan. 
 
"Sekarang penularan (COVID-19) memang cepat, tapi daya rusaknya tidak separah varian yang di awal-awal," tuturnya.
 
 
Ia mengaku khawatir jika kasus COVID-19 kembali naik maka bisa berimbas kepada adanya lagi pembatasan aktivitas di masyarakat. 
 
"Padahal saat ini semua orang baru merasakan kembali menjalani kehidupan secara normal dengan adanya pelonggaran aturan," ujarnya.
 
Ia juga mengakui, adanya pelonggaran aturan menjadi salah satu penyebab kasus COVID-19 kembali naik. Pasalnya, masyarakat mulai abai terhadap prokes dan merasa bebas dalam beraktivitas, setelah dua tahun terkekang oleh pandemi COVID-19.
 
 
"Kalau aktivitas dibatasi lagi nanti akan berimbas kepada ekonomi masyarakat, sektor wisata, dll, yang sekarang ini sudah mulai kembali menggeliat," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran