Ketum KONI KBB Agus Mulya Sutanto Sebut Hengky Kurniawan Lebay, Gara-gara Apa?

Pernyataan Hengky Kurniawan bikin gerah Ketum KONI KBB terpilih, Agus Mulya Sutanto. Gara-gara masalah apa?

Ketum KONI KBB Agus Mulya Sutanto Sebut Hengky Kurniawan Lebay, Gara-gara Apa?
Pernyataan Hengky Kurniawan bikin gerah Ketum KONI KBB terpilih, Agus Mulya Sutanto. Gara-gara masalah apa?

INILAHKORAN, Ngamprah - Pernyataan Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan terkait penyelenggaraan Porprov Jabar 2022 yang hanya melibatkan empat cabang olahraga (Cabor) membuat gerah Ketua Umum (Ketum) KONI KBB terpilih, Agus Mulya Sutanto.

Pasalnya, KONI KBB menilai pernyataan Hengky Kurniawan tidak sesuai keputusan yang tercantum dalam surat keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat. Bahkan menurutnya hingga saat ini belum ada kesepakatan antara KONI KBB dan Pemda KBB.

Ketum KONI KBB, Agus Mulya Sutanto mengatakan, menanggapi pernyataan Hengky Kurniawan, dirinya sebagai Ketum KONI KBB 2022-2026 terpilih menyayangkan pernyataan tersebut.

"Kedua, saya ingin menanggapi statement beliau (Hengky Kurniawan) terkait defisitnya anggaran di Pemda KBB yang menjadikan KBB sebagai tuan rumah 16 cabor menjadi hanya empat cabor," katanya saat ditemui di Kantor KONI KBB, Kamis 14 Juli 2022.

Baca Juga: Libur Musim Panas Tiba! George Clooney dan Amal Clooney Boyong Anak Kembar Mereka Berlayar di Italia

Ia menilai, pernyataan pak Bupati itu telah pihaknya patahkan lantaran untuk mengubah tuan rumah Porprov Jabar dari 16 menjadi empat cabor tidak semudah yang dikatakan.

"16 cabor itu kan sudah disetujui Gubernur Jawa Barat dan tertuang dalam surat. Kemudian, mengubah jumlah menjadi empat itu tidak mudah," ujarnya.

Selanjutnya, sambung dia, pernyataan yang menyatakan regulasi tentang anggaran di Pemda KBB itu defisit merupakan statement yang tidak benar.

"Dengan begitu, kita tetap berpegang teguh bahwa sampai hari ini KBB masih tuan rumah dari 16 cabor pada perhelatan Porprov Jabar 2022," tegasnya.

Baca Juga: Lirik Lagu Nicky Youre feat. dazy Sunroof

Terkait dengan pernyataan beliau (Plt Bupati Bandung Barat) yang menyebut pembiayaan Porprov Jabar dilakukan oleh Ketum KONI terpilih itu mana ada Ketua KONI bisa mengeluarkan anggaran puluhan miliar atau CSR dari teman-teman pengusaha.

"Itu tidak mudah sekali. Karena secara aturan dari penyelenggaraan Porprov ini sudah jelas aturan mainnya, bahkan sudah jelas anggarannya," imbuhnya.

Sehingga, lanjut dia, Plt Bupati Bandung Barat tak bisa seenaknya mengubah dari 16 cabor yang jadi tuan rumah menjadi empat cabor.

"Saya juga sangat prihatin sekali dengan kondisi saat ini, kontestasi pemilihan Ketum KONI KBB sudah selesai. Tapi, kenapa beliau menghubung-hubungkan antara kekalahan istrinya saat pemilihan Ketum KONI KBB dengan mengurangi jumlah tuan rumah cabor, termasuk anggaran yang defisit," bebernya.

Baca Juga: Anggota DPR RI Berinisial DK Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Polri Periksa Pelapor

"Itu sangat disayangkan dan saya bilang itu lebay," sambungnya.

Tak hanya itu, ia mengaku, pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat agar bisa beraudiensi dengan Plt Bupati Bandung Barat.

"Sayangnya sampai saat ini masih belum ada waktu untuk bisa beraudiensi dengan saya sebagai ketua terpilih," ujarnya.

Ia mengaku, menyayangkan dengan kondisi tersebut lantaran KONI KBB sendiri merupakan bagian dari Pemda KBB itu sendiri.

"Memang saya seorang pengusaha, tapi pengusaha mana yang akan bro-broan memasukan uangnya untuk membiayai ini," ujarnya.

Baca Juga: Sinopsis Film horor Ivanna Tayang Perdana Hari Ini Kamis 14 Juli 2022, Lengkap dengan Para Pemerannya

Ia menambahkan, mungkin kalau untuk acara Pemda KBB, bupati atau KONI KBB sendiri bisa. Namun, untuk hajat Porprov Jabar 2022 ini sangat besar dan memang sudah jelas aturannya.

"Aturan mainnya jelas, tiba-tiba bilang gak ada anggaran, kenapa beliau harus mengatakan itu," tandasnya.****(agus satia negara).


Editor : inilahkoran