Para Pedagang Basement Blok 1 Pasar Sehat Soreang Pertanyakan Inkonsistensi Aturan Pengelola

Para pedagang basement Blok 1 Pasar Sehat Soreang mengeluhkan sepinya pengunjung lantaran adanya ketidakkonsistenan pengelola pasar.

Para Pedagang Basement Blok 1 Pasar Sehat Soreang Pertanyakan Inkonsistensi Aturan Pengelola
Para pedagang basement Blok 1 Pasar Sehat Soreang mengeluhkan sepinnya pengunjung lantaran inkonsistensi aturan pengelola.

INILAHKORAN, Bandung - Para pedagang basement Blok 1 Pasar Sehat Soreang mengeluhkan sepinya usaha mereka karena para pengunjung lebih senang berbelanja di gedung pasar Blok 2.

Mereka, para pedagang basement Blok 1 Pasar Sehat Soreang menduga hal itu terjadi lantaran tidak konsistennya pengelola pasar dalam penataan peruntukan komoditas dagangan.

Ketua Paguyuban Pasar Soreang (PPS) Rizka Rismawan mengatakan dalam perjanjian awal, para pedagang basement Blok 1 Pasar Sehat Soreang yang berada di depan itu khusus untuk berdagang komoditas keringan seperti sembako, kue kering, plastik, pakaian dan lainnya.

Baca Juga: Spoiler Alchemy of Souls Episode 9 : Berpisah dengan Mu Deok Yi, Jang Wook Rela Langgar Aturan Songrim

Sedangkan, gedung Blok 2 yang berada di bagian belakang Blok 1 itu untuk para pedagang basahan seperti sayuran, daging, ikan dan sejenisnya.

"Tapi dalam praktiknya, di Blok 2 itu sekarang banyak yang berdagang komoditas keringan. Otomatis para pengunjung pasar itu tidak mampir ke kios-kios kami para pedagang basement Blok 1 Pasar Sehat Soreang karena semua keperluannya sudah terpenuhi di Blok 2," kata Rizka di Pasar Sehat Soreang, Minggu 17 Juli 2022.

Menurut Rizka, karena tak jarang ada pengunjung yang datang, ratusan kios yang berada di basement Blok 1 itu banyak yang tutup. Kalaupun buka, hanya dari pagi hingga sore tak banyak pengunjung yang datang. Bahkan, meskipun berdagang dari pagi hingga sore seringkali ia dan para pedagang lainnya pulang ke rumah dengan tangan hampa.

Baca Juga: Dilema Petani di Kabupaten Bandung: Pupuk Sulit dan Mahal, Tenaga Kerja pun Semakin Langka

"Paling seminggu itu pendapatan saya cuma Rp150 ribu. Sedangkan kebutuhan hidup seperti untuk makan tidak bisa menunggu. Padahal, saya sudah berusaha konsisten berdagang, tapi karena sepi pengunjung yah mau bagaimana lagi. Sedangkan kewajiban kami ke bank bekas modal dan mencicil kios kan tetap berjalan," ujarnya.

Rizka menjelaskan, sebenarnya ia dan para pedagang di basement Blok 1 itu terus pihak pengelola pasar yakni PT. Bangun Bina Persada untuk menertibkan para pedagang di Blok 2 agar sesuai peruntukan awal, yakni hanya berdagang komoditas basahan. Namun sayangnya, hingga berbulan-bulan lamanya tak ada tindak lanjut dan kejelasan.

"Kami ingin ada pemerataan, yah paling tidak para pedagang keringan di belakang Blok 2 itu dipindahkan ke Blok 1. Agar sesuai perjanjian dan peruntukan awalnya. Kami heran kok pengelola pasar ini seolah tidak tegas yah, membiarkan saja mereka berdagang meski tidak sesuai peruntukannya," katanya.

Baca Juga: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Borong Dagangan Pedagang di Pasar Jagasatru Cirebon

Wardi Piliar salah seorang pedagang sembako di basement Blok 1, mengaku omzetnya anjlok. Dari biasanya saat masih berdagang di pasar lama (sebelum dibangun) omzet perhari rata-rata Rp 20 juta, sekarang Rp 3 juta perhari saja sulit diraihnya. Kondisi ini tentu sangat berat, sedangkan berbagai kebutuhan hidup tak bisa menunggu.

"Untuk makan sehari-hari saja repot sekali kami. Omzet turun drastis sekali. Kalau begini terus kami bisa gulung tikar," katanya.

Baca Juga: Terlalu Obsesi Terhadap BTS, 8 Remaja India Dirawat di Rumah Sakit Setelah Mencoba Kabur ke Korsel dan Bundir

Sementara itu, Kepala Cabang PT. Bangun Bina Persada, Agus Firman membantah jika pihaknya dianggap tidak tegas dan tidak mencarikan solusi untuk para pedagang keringan di basement Blok 1 itu. Bahkan, pihaknya juga sudah menindak beberapa kios di Blok 2 yang berdagang tidak sesuai peruntukan. Tak hanya itu saja, pihaknya juga tengah berusaha memindahkan sebagian pedagang keringan ke basement Blok 1.

"Ada beberapa kios yang kami gembok, itu kami lakukan setelah diberikan tiga kali peringatan tapi tetap bandel. Kemudian kami juga sedang mengupayakan para pedagang plastik yang punya kios di Blok 1 untuk segera pindah. Upaya lain yang kami lakukan adalah membuka akses gerbang dari arah Kampung Cebek, agar pengunjung pasar banyak yang datang ke pasar ini," ujarnya. (Dani R Nugraha)


Editor : inilahkoran