INILAHKORAN- Warga Kabupaten Bandung menyayangkan tak terawatnya dan rusaknya taman Lembayung Senja yang berada di komplek Gedung Budaya Sabilulungan di Soreang.
Taman Lembayung Senja yang dibangun dengan menggunakan uang pajak rakyat itu, nampak tak terurus dan kumuh.
Berdasarkan pantauan INILAHKORAN, Taman Lembayung Senja yang berada di belakang Gedung Budaya Sabilulungan itu, nampak kumuh tak terurus.
Rumput liar tumbuh dimana-mana. Salah satunya terlihat di teater terbuka yang bertuliskan taman Lembayung Senja dengan huruf warna kuning mencolok itu.
Huruf J pada kata Senja pun hilang serta huruf lainnya terlihat miring-miring. Tembok bundar ditengah teater yang berfungsi sebagai panggung pun catnya pudar.
Beberapa bagian teater terbuka itu pun temboknya dihiasi retakan-retakan, semakin menambah kesan tak terawatnya taman tersebut.
Tak hanya itu saja, kanal-kanal air yang dibangun melintasi dan kolam di taman tersebut, nampak kumuh.
Sampah plastik dan lainnya berserakan di dasar kolam dan kanal tembok tersebut.
Rumput liar pun tumbuh subur dibeberapa bagian taman, memperkuat kesan jika taman tersebut tak dipelihara dengan baik serta jarang dikunjungi warga.
Memang taman tersebut terbilang jarang didatangi pengunjung, selain karena pagarnya tertutup, lokasinya yang berada dibelakang gedung Budaya Sabilulungan membuat tempat itu tersembunyi.
"Sayang sekali taman yang dibangun pakai pajak uang rakyat kok tidak dirawat dengan baik. Nah pertanyaan saya sebagai rakyat, pemerintah itu ngapain dibangun kalau tidak bisa merawat dan memelihara," kata Dadang S, salah seorang warga Kabupaten Bandung, Rabu 20 Juli 2022.
Dikatakan Dadang, sebaiknya pemerintah itu memikirkan lebih dulu rencana kedepan dari suatu pembangunan.
Jangan sampai setelah dibangun tak dirawat dan tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Ia menunjukkan bangunan gedung di komplek Gedung Budaya Sabilulungan itu pun nampak tak terurus.
Diantaranya, fasilitas toilet yang kotor tak terawat, kemudian cat gedung yang terlihat memudar nampak jelas dibeberapa bagian gedung Budaya Sabilulungan yang digadang-gadang sebagai salah satu kebanggaan warga Kabupaten Bandung itu.
"Sebagai warga bukannya bangga, tapi malah miris melihatnya. Selama ini ngapain ajah sih pemerintah itu, apa bisanya cuma membangun tapi tak tahu cara merawat dan memanfaatkannya," katanya.
Hal senada dikatakan Ida Hasanah, warga Kecamatan Katapang ini berpendapat jika diurus dan dimanfaatkan dengan baik serta keberadaannya diketahui oleh masyarakat luas, tentu akan banyak dikunjungi.
Apalagi setiap hari Minggu dan hari-hari libur kawasan itu banyak dikunjungi warga Kabupaten Bandung yang berolahraga dan jalan-halan pagi.
"Kalau diurus dan dibuka untuk umum saya rasa cukup bagus. Kalau sekarang tuh sepi, cuma ada anak-anak ABG yang masuk nerobos ke dalam. Tempatnya yang sepi dan tersembunyi ini bisa-bisa dijadikan tempat mesum atau mabuk-mabukan oleh anak-anak berandalan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Wawan Ridwan yang dihubungi melalui aplikasi pesan What Apps belum dapat memberikan penjelasan soal tak terawat dan kumuhnya Taman Lembayung Senja yang berada dibawah pengelolaan dinasnya itu.***(rd dani r nugraha).