360 Siswa-Siswi SMAN 5 Bandung Ikuti MPLS di Dua Tempat yang Berbeda

Berbeda dengan sekolah lainnya yang menggelar MPLS di satu tempat SMAN 5 Bandung menggelarnya di dua tempat berbeda

360 Siswa-Siswi SMAN 5 Bandung Ikuti MPLS di Dua Tempat yang Berbeda
Ratusan siswa dan siswi SMAN 5 Bandung menggelar MPLS di dua tempat berbeda/

INILAHKORAN, Bandung - Memasuki hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 5 Bandung berjalan sesuai dengan harapan oleh pihak sekolah.

Ada 360 siswa-siswi kelas X (sepuluh) di SMAN 5 Bandung dan ada 10 rombongan belajar (Rombel). Mereka dibagi dua tempat. Pertama, di lapangan Jalan Bali, Kota Bandung yang juga jaraknya terbilang dekat dengan sekolahan, dan yang kedua di Aula lantai 3 di SMAN 5 Bandung.

Kepala SMAN 5 Bandung Heru Ekowati mengatakan, MPLS ini bertujuan untuk lebih mengenal lebih dekat dengan SMAN 5 Bandung. Di dalam MPLS ini, siswa-siswi kelas X diberikan sejumlah materi, di antaranya berwawasan Wiyata Mandala di SMAN 5 Bandung, profil pelajar pancasila, materi dari anti perundungan, tentang Jabar Masagi, tentang kesehatan reproduksi, anti narkoba, anti korupsi.

Baca Juga: 10 Yel Yel MPLS Terbaru dan paling kreatif

"Selain itu juga diperkenalkan tentang ekstrakurikuler (ekskul) yang ada di sekolah kami (SMAN 5 Bandung). Paling seputar itu yang kita sampaikan ke anak-anak," ujar Heru Ekowati, Rabu 20 Juli 2022.

Soal kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah. Sejauh ini, kata dia, kalau masalah kendala sebetulnya tidak ada kendala yang cukup berarti. Hanya saja, paling satu, dua atau tiga orang siswa-siswi kesiangan, dan pihak sekolah akan menguatkan lagi supaya tidak terlambat.

"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala apa-apa, paling juga siswa-siswi yang kemarin lebih banyak sekolah di rumah, sekarang tatap muka 100 persen," ucapnya.

Baca Juga: Sekitar 400 Siswa-Siswi SMKN 15 Bandung Ikuti MPLS 2022

Selain itu, pihak sekolah juga akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang cukup ketat. Siswi-siswi SMAN 5 Bandung tidak akan melepas masker, membawa handsanitizer masing-masing, saat masuk ke lingkungan sekolah tetap harus mengukur suhu badan.

"Seandainya ada anak yang sakit, tidak diperbolehkan hadir di sekolah dan anak-anak membawa bekal dari rumah masing-masing, karena kantin SMAN 5 Bandung belum buka," imbuhnya.

Dia juga mengingatkan kepada kakak-kakak kelas di SMAN 5 Bandung tidak boleh ada perploncoan. Sayangi yang muda, hormati yang tua. Di dalam menegur dan mengingatkan, harus menggunakan bahasa orang tua, bahasa santun, dan tidak ada lagi bahasa zaman dahulu, zaman ortodok.

Baca Juga: PPDB Tahap I, SMAN 5 Bandung Terima 170 Siswa-Siswi Baru

Jadi, lanjut dia, guru selalu memantau, kegiatan-kegiatan dan tidak dilepaskan kepada kakak-kakak kelasnya saja, tapi mereka juga punya ruang untuk berkoordinasi dan berkolaborasi di dalam kegiatan itu dan tetap dalam pemantauan guru.

"Sejauh ini tidak ada indikasi kesana (perploncoan), Insya Allah kita memantaunya langsung kepada mereka, pada saat perpindahan pun di lapang Bali ke Aula SMAN 5 Bandung kita tetap pantau. Jadi guru selama bekegiatan pasti ada. Insya Allah kita juga selalu menyiapkan kepada anak-anak juga jangan sampai melakukan hal yang melanggar, seandainya melanggar pun akan berdampak kepada mereka juga," jelas Heru Ekowati.

Sebagai pimpinan di SMAN 5 Bandung, dia berharap, bahwa dengan adanya tatap muka 100 persen, harus membiasakan kembali penguatan pendidikan karakter yang selama ini sulit, karena di dalam zoom itu sulit ketika pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Tetap tampil rapi, bertata krama yang santun sebagai seorang pelajar dan pembiasaan-pembiasaan kita lakukan lagi," pungkasnya. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran