Meski Minim Sarana, Perguruan Pencak Silat Sancang Kuning KBB Mampu Raih Prestasi

Prestasi gemilang kerap diraih perguruan pencak silat Sangcang Kuning sebagai salah satu cabang olahraga di bawah naungan KONI KBB.

Meski Minim Sarana, Perguruan Pencak Silat Sancang Kuning KBB Mampu Raih Prestasi
alah satu aliran pencak silat yang patut diperhitungkan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), yakni Perguruan Pencak Silat Sancang Kuning.



INILAHKORAN, Ngamprah - Prestasi gemilang kerap diraih perguruan pencak silat Sangcang Kuning sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasioanal Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kendati demikian, prestasi yang diraih pencak silat Sancang Kuning KBB tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang ada lantaran sarana dan prasarana yang ada sangat minim.

Bahkan, satuan latihan (SatLat) atau tempat latihan yang mencetak para atlet berrpestasi pun tidak memadai dan tidak layak.

Ketua Sancang Kuning KBB, Pedrik Andika mengaku, meski dalam keterbatasn sarana dan prasarana, namun perguruan pencak silat Sancang Kuning sering menurunkan para atletnya dalam berbagai even kejuaraan.

Baca Juga: Bupati Indramayu Berhasil Tarik Pajak dari Pertamina Balongan Rp33,9 Miliar

"Alhamdulillah, kalau even di KBB sudah biasa. Bahkan, dalam even Jabar yang dihelat setiap tahun kami juga selalu menurunkan atlet," katanya.

Terakhir, kata dia, atlet dari Sancang Kuning berhasil menjuarai even tingkat nasional, tingkat pelajar olimpiade olahraga, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

"Kita meraih medali emas, kemudian pada Popnas ke-15 di Jakarta. Bahkan, dalam Porda KBB kemarin kita juga meraih medali emas," ujarnya.

Ia menyebut, dari enam atlet Perguruan Sancang Kuning, dua diantaranya memang kerap menyumbangkan medali emas. Menurutnya, meski kerap dihadang berbagai kendala dan kurang mendapat perhatian, namun karena semangat dan motivasi tinggi semuanya menjadi ringan.

"Tak bisa dipungkiri yang namanya kendala sarana dan prasarana baik itu tempat alat-alat peralatan untuk latihan sangat diperlukan. Kebetulan kami swadaya dari atlet untuk saling melengkapi perlengkapan yang ada dengan cara gotong royong," sebutnya.

Baca Juga: Babancong Weekend Market Digelar Tiap Akhir Pekan untuk Genjot Produk Kuliner dan Fesyen Garut

Ia mengungkapkan, jika melihat kondisi tempat latihan memang miris. Bahkan, bisa dibilang berbahaya. Oleh karenanya, guna meminimalisir risiko pihaknya menyiapkan matras sebagai standar latihan.

"Kalau memang ada yang lebih layak kenapa tidak. Kami berharap pihak-pihak terkait bisa membantu," ungkapnya.

Ia mengaku, dari tahun sebelumnya belum ada bantuan dari pemerintah yang memadai. Namun, pihaknya bersyukur lantaran sempat menerima bantuan dari Komisi VIII DPR RI.

"Dengan dana bantuan tersebut kami ingin mencoba melengkapi kekurangan,khususnya sarana prasarana. Selebihnya kami akan mencoba memanfaatkan itu sesuai arah perguruan ke arah ekonomi kreatif," ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya keberadaan perguruan pencak silat Sancang Kuning bisa mengarahkan generasi muda dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat positif.

Baca Juga: Selalu So Sweet Setiap Saat, Kourtney Kardashian Bagikan Postingan Bunga dari Travis Barker

"Kita belajar beladiri bukan ingin menjadi preman, namun lebih mengedepankan ke arah pendidikan agar para anggota mempunyai karakter yang berani dalam hal positif bukan sebaliknya," pungkasnya. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran