INILAHKORAN, Bandung - KONI Jawa Barat menaruh harapan besar kepada Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk tidak mundur sebagai tuan rumah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jabar 2022.
Terlebih, KBB memutuskan mundur jadi tuan rumah 12 cabang olahraga dari 16 cabang olahraga yang telah ditunjuk sebelumnya. Artinya hanya empat yang sanggup yang dijalani KBB di Porprov XIV Jabar 2022.
Ketua Panitia Pelaksana (PP) Porprov XIV Jabar, M Budhiana mengatakan sesuai dengan arahan Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin bahwa KBB disarankan untuk tidak mundur jadi tuan rumah. Sebaliknya harus mengedepankan kebersamaan.
"Dari mulai Kepala Daerah, Gubernur, Dispora, KONI Jabar, Bupati KBB dan KONI KBB harus bersama-sama demi kepentingan bersama terkait pembinaan prestasi dan masa depan atlet-atlet kita," kata Budhiana di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu 27 Juli 2022.
Budhiana mendapatkan informasi bahwa APBD KBB tidak memungkinkan untuk menggelar ke-16 cabang olahraga di Porprov XIV Jabar. Namun, ia memastikan hal itu bisa dibicarakan bersama untuk mencari jalan keluarnya.
"Ada beberapa cabor yang memberikan fasilitas wild card, itu harus kita perhatikan dengan baik. Karena kalau tidak ikut babak kualifikasi, jika tempatnya tidak di KBB, itu akan ada konsekuensinya. Jelas, hal itu membuat teman-teman KBB akan dirugikan. Apalagi KBB banyak atlet-atlet peraih medali emas yang harus kita selamatkan," jelasnya.
Sejauh ini, pihaknya masih menunggu putusan mengenai tuan rumah cabang olahraga Porprov XIV Jabar 2022 di KBB secara formal. Ia berharap keputusan akhir membuat KBB tetap menjadi tuan rumah 16 cabang olahraga di kejuaraan olahraga daerah empat tahunan tersebut.
"Opsi tentu kami siapkan, tapi itu berkaitan dengan bagaimana putusannya yang saat ini belum kami dapatkan secara formal. Harapan kami KBB tidak mundur dari penyelenggaraan Porprov. Tidak hanya empat, tapi 16 cabor bisa diselenggarakan dengan baik. Kalau tidak ada anggaran, Ketua Umum KONI Jabar menugaskan kami untuk bisa bicara lebih banyak, mencari jalan keluar. Mudah-mudahan semua bisa diselamatkan dengan baik," harapnya.(Muhammad Ginanjar)***