Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kota Cirebon, Ribuan Warga Terdampak
Ribuan warga di Kota Cirebon terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut akibat hujan deras yang terjadi kemarin dan ratusan rumah ikut terendam
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Cirebon pada Senin (5/1/2026) sore akibat luapan sungai.
Peristiwa banjir tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum terendam, serta ribuan warga terdampak.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat, banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan melanda beberapa kelurahan di Kecamatan Harjamukti, Kesambi, dan Lemahwungkuk. Data terakhir diperbarui pada Selasa (6/1/2026) pukul 19.23 WIB.
Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan banjir dipicu oleh meluapnya aliran sungai akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
“Penyebab utama banjir di Kota Cirebon ini adalah luapan sungai setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi,” ujar Hadi Rahmat.
Wilayah terdampak banjir antara lain Kelurahan Harjamukti, Larangan, Kalijaga, Sunyaragi, dan Pegambiran. Di Kelurahan Larangan, tercatat sebanyak 437 unit rumah terendam dengan tinggi muka air mencapai 30 hingga 40 sentimeter. Sementara di Kelurahan Kalijaga, banjir merendam 385 rumah dengan tinggi muka air bervariasi antara 40 hingga 100 sentimeter.
Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak banjir di masing-masing kelurahan. Total warga terdampak mencapai ribuan jiwa. Di Kelurahan Harjamukti, sebanyak 268 kepala keluarga atau 824 jiwa terdampak. Di Kelurahan Larangan, 171 kepala keluarga atau 549 jiwa terdampak, sementara di Kelurahan Kalijaga tercatat 365 kepala keluarga atau 1.163 jiwa terdampak.
“Untuk sementara sempat ada warga yang mengungsi, khususnya di wilayah Kalijaga dan Larangan, namun sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing setelah air surut,” kata Hadi.
BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kota Cirebon langsung melakukan koordinasi, pendataan, serta asesmen di lokasi terdampak. Sejumlah lokasi pengungsian sementara sempat disiapkan, di antaranya di gudang cat dan Masjid Kassiti di Kalijaga, serta Mushola Al Asih di Kelurahan Larangan.
Hadi menyebutkan, kondisi banjir berangsur surut sekitar pukul 22.00 WIB pada hari yang sama atau sekitar lima jam setelah kejadian.
“Alhamdulillah air sudah surut pada malam hari, dan saat ini pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
BPBD Kota Cirebon juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok dan selimut kepada warga terdampak sebagai bentuk respons darurat.
BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan banjir, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika terjadi kondisi darurat.
Editor : Ahmad Sayuti

