Bawaslu Kota Bogor Endus Indikasi Pelanggaran Pilkada saat Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 

Bawaslu Kota Bogor mengendus adanya pelanggaran Pilkada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bawaslu Kota Bogor Endus Indikasi Pelanggaran Pilkada saat Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 
Bawaslu Kota Bogor mengendus adanya pelanggaran Pilkada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

INILAHKORAN, Bogor - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor menyampaikan bahwa ada indikasi pelanggaran dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor, yaitu saat kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) di Kota Bogor menjadi ajang kampanye terselubung calon kepala daerah. 

Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kota Bogor, Supriantona Siburian menuturkan, hal itu menjadi keprihatinan dari Bawaslu Kota terkait adanya upaya tersebut. 

"Untuk kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut jangan menjadi kampanye terselubung dari Pasangan calon (Paslon) kepala daerah  dal Pilkada serentak 2024," ungkap pria yang akrab disapa Anto pada Senin 30 September 2024.

Anto melanjutkan, dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tidak masalah mengundang Paslon kepala daerah untuk hadir dalam kegiatan. Namun, harus bisa menahan diri untuk tidak memberikan kegiatan kampanye kepada Paslon kepala daerah.

"Ya, saat ini sudah masuk Tahapan Kampanye hingga Tanggal 24 November 2024. Sehingga apabila setiap orang yang melanggar, bisa dikenakan sanksi Pidana yaitu melanggar Pasal 187 ayat (3) jo 69 UU No 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan," terang Anto.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH Tb Muhyidin mengatakan m, bahwa saat ini memang harus tetap menjaga kesejukan dal event Pilkada serentak 2024. Karena namanya  pesta demokrasi, masyarakat semua harus bergembira saat pesta. Harus tetap harus terjaga biar tidak berlebihan dan melanggar aturan.

"Alhamdulillah sepanjang bulan Maulid, banyak acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tidak sedikit yang di hadiri Cawalkot, tapi masyarakat yang mengadakan acaranya. Sekalipun dihadiri Cawalkot Bogor, mereka hanya hadir seperti tamu yang lain," tuturnya.

"Tentu digelarnya acara dan hadirnya undangan untuk memuliakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dan sepengetahuan saya memang banyak di hadiri kontestan Pilkada serentak 2024. Namun, tidak ada satupun yang memberikan kesempatan untuk menyampaikan ceramah atau sambutan," tambah Muhyidin.

Muhyidin menyatakan, untuk itu panitia pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW harus cermat dalam mengundang Paslon kepala daerah di Kota Bogor, agar tidak menjadi masalah dengan tetap mengedepankan netralitas.***


Editor : Bsafaat