Beda Dapur, Menu MBG Penyebab Keracunan Massal Hari Ini dari SPPG Pasirsaji

Kepala Puskesmas Cipongkor Yuyun Sarihotimah mengungkapkan, jumlah korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya terus bertambah dan telah mencapai 220 orang. 

Beda Dapur, Menu MBG Penyebab Keracunan Massal Hari Ini dari SPPG Pasirsaji
Warga Desa Sarinagen, Rani Kusdinar (43) mengatakan, dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan tersebut dari dapur yang berbeda. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Kepala Puskesmas Cipongkor Yuyun Sarihotimah mengungkapkan, jumlah korban keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya terus bertambah dan telah mencapai 220 orang. 

Imbasnya, seluruh ruangan Puskesmas Cipongkor dan kantor kecamatan sudah dipenuhi pasien. 

"Kita sudah ajukan tenda darurat untuk menampung korban yang belum dirawat," kata Yuyun, Rabu 24 September 2025.

"Kami saat ini sangat membutuhkan bantuan medis seperti infus, oksigen, dan obat-obatan untuk menangani para pasien," ujarnya.

Menurutnya, menu MBG yang menyebabkan keracunan berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pasirsaji, Desa Neglasari, Cipongkor.
 
"Untuk kasus keracunan sekarang, dapurnya berbeda dengan yang kemarin," bebernya.
 
Diduga, sambung Yuyun, keracunan bermula setelah siswa SMK Karya Perjuangan menyantap menu MBG sekitar pukul 11.00 WIB. 

"Tak lama kemudian, mereka mulai merasakan gejala mual, muntah, dan pusing," ucapnya.

Warga Desa Sarinagen, Rani Kusdinar (43) mengatakan, dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan tersebut dari dapur yang berbeda.

"Iya bener, itu dari dapur yang berbeda infonya Pasirsaji, Desa Sarinagen. Kan kalau yang sebelumnya Cipari," kata Rani.

Rani menyebut, korban keracunan massal itu merupakan siswa SMK Karya Perjuangan Ciparay. "Iya yang punya dapurnya kakak beradik. Tapi, kayanya yang nyuplai bahan bakunya dari tempat yang sama," ucapnya menduga.

"Korban ada yang dirawat di Puskesmas Citalem. Bahkan, Gor Kecamatan Cipongkor penuh," tambahnya.


Editor : Doni Ramdhani