Begini Protes Unik Seniman dan Budayawan KBB Terkait Dibongkarnya Bale Pinton

Pemerintahan Desa Ciburuy memastikan telah menampung aspirasi dari seniman dan budayawan KBB terkait dibongkarnya Bale Pinton.

Begini Protes Unik Seniman dan Budayawan KBB Terkait Dibongkarnya Bale Pinton
Bentuk protes seniman dan budayawan KBB terkait dibongkarnya Bale Pinton di Ciburuy dilakukan dengan diskusi.

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintahan Desa Ciburuy memastikan telah menampung aspirasi dari seniman dan budayawan KBB terkait dibongkarnya Bale Pinton di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, KBB.

Tak hanya itu, Pemdes Ciburuy juga mengapresiasi bentuk protes yang dilakukan seniman dan budayawan KBB tersebut yang dinilai sangat positif.

Kades Ciburuy Firmansyah mengatakan, cara atau strategi tuntutan yang dilakukan para seniman dan budayawan KBB untuk meminta solusi dari pemerintah terkait dibongkarnya Bale Pinton ini sangat luar biasa positif.

Baca Juga: Gary Iskak Terlibat Kasus Narkoba, Ini Komentar Istrinya

"Bentuk protes mereka dilakukan dengan berdialog yang tetap memegang erat seni dan budaya seperti ngadu bako dan ngalokat cai," katanya kepada wartawan.

Ia menyebut, di KBB banyak para pelaku seni, seperti seni tari, beladiri pencak silat dan lainnya.

"Kalau yang sudah punya legalitas minimal diketahui atau terdaftar dari dinas. Khususnya pada pencak silat itu lebih dari enam kesenian. Sedangkan, dari seni tari dan lainnya ada dua," sebutnya.

Baca Juga: Gary Iskak dan 4 Rekannya Sudah di Tes Urine, Polisi Sebut Positif Sabu

Ia menuturkan, sejak dulu Bale Pinton tersebut selalu digunakan para seniman dan budayawan untuk berkesenian.

"Mereka sudah biasa karena dari dulu dibangun Bale Pinton ini memang diperuntukkan untuk seni dan budaya," tuturnya.

Tak hanya pelaku seni dan budaya, kata dia, Bale Pinton pun kerap digunakan masyarakat, termasuk juga dari pemerintah juga menggunakan Bale Pinton untuk kegiatan.

Baca Juga: Terciduk Pesta Narkoba, Gary Iskak Ditangkap Polda Jabar

"Jadi, yang membuat kecewa para seniman dan budayawan ini mungkin karena tidak adanya pemberitahuan atau informasi kalau Bale Pinton akan dibongkar," ujarnya.

Ia menilai, kalau ada konfirmasi tidak mungkin para seniman dan budayawan sampai bisa berkumpul atau menyatu adanya kebetulan untuk betul-betul memperdulikan seni.

"Tuntutan mereka hanya ingin segera mengajukan agar Bale Pinton bisa dibangun kembali," ujarnya.

Baca Juga: Jasad Bayi yang Dibuang di Sungai Cisadane Bikin Geger Warga Sekitar

Adapun bentuk protes yang dilakukan seperti Ngalokat Cai ini merupakan doa bersama agar diberi kemaslahatan, khususnya bagi warga Desa Ciburuy.

"Pola rencana atau bentuk protes para seniman ini diimplementasikan melalui tampilan atau pertunjukkan," ujarnya.

Intinya, tambah dia, pihaknya menunggu hasil dari dialog dengan dinas terkait, seperti Disparbud dan PSDA.

"Sebetulnya hal seperti ini bagi para seniman dan budayawan sudah tidak aneh karena setiap ada kegiatan pemerintahan, seni dan budaya selalu hadir menampilkan seni dan budaya," pungkasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran