Begini Respon Disdik Jabar, Usai Mendikdasmen Soroti Matematika TKA SMA yang Jeblok

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA 2025, khususnya mata pelajaran matematika, disorot Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

Begini Respon Disdik Jabar, Usai Mendikdasmen Soroti Matematika TKA SMA yang Jeblok
Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA 2025, khususnya mata pelajaran matematika, disorot Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

INILAHKORAN.ID - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA 2025, khususnya mata pelajaran Matematika, disorot Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

Mu'ti menilai terjadi penurunan signifikan dari hasil TKA siswa di mata pelajaran Matematika.

Mesrespon hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat Purwanto memastikan akan melakukan evaluasi komprehensif. Pihaknya akan menelusuri penyebab anjloknya nilai Matematika, mengingat kisi-kisi soal seharusnya telah diberikan kepada siswa melalui guru di masing-masing sekolah.

“Pertama nanti kita akan evaluasi. Kalau soal itu kan biasanya ada kisi-kisinya ya, kemudian juga ada standar kompetensi capaian pembelajaran yang harus dicapai dalam kurikulum,” ujar Purwanto dikutip Minggu 7 Desember 2025.

Dia mengaku, pihaknya belum mengetahui secara pasti persoalan tersebut. Meski demikian, dia memastikan akan dikaji melalui evaluasi internal.

“Apakah ini prosesnya masalah materinya yang susah atau memang daya transfer, daya sampai gurunya yang masih kurang bisa dipahami oleh anak-anak atau faktor anak-anaknya,” ucapnya.

Purwanto menduga, ada tiga faktor utama yang membuat nilai Matematika siswa jeblok. Mulai dari materi yang kemungkinan terlalu sulit, metode mengajar guru yang kurang tepat, hingga daya tangkap siswa yang belum optimal.

“Jadi ada tiga faktor sebenarnya, apakah ini materinya yang terlalu tinggi. Dua, apakah gurunya yang tidak tepat menyampaikannya, metodenya atau memang anak-anaknya yang mempunyai daya tangkap yang kurang optimal gitu,” paparnya.

Disdik Jabar belum menerima laporan lengkap nilai TKA dari SMA maupun SMK. Namun Purwanto menegaskan evaluasi akan dilakukan dan hasilnya dilaporkan kepada Kemendikdasmen.

“Nanti kita analisis, karena kalau TKA itu kan dari pusat. Nanti kan biasanya ada rakor, ada evaluasi juga,” ucapnya.

Sisi lain, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi turut menyoroti capaian tersebut. Ia mengimbau siswa untuk meningkatkan kedisiplinan belajar, sementara guru diminta memperdalam metode pengajaran. Dedi juga menekankan pembatasan penggunaan gawai.

“Makanya belajarnya harus fokus pada belajar calistung. Saya kan berulang-ulang ngomong begitu. Mulai belajar jangan pakai HP terus. Gurunya harus mulai kembali lagi ke penggunaan otak kanan untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung,” tuturnya.

Dedi menyebut ketergantungan siswa pada perangkat digital membuat kemampuan berhitung dasar melemah. “Nah anak-anak itu kan mengerjakan pekerjaan berhitung itu sudah agak males karena sudah punya alat digital. Saya sampaikan selalu problem ketika anak-anak Jawa Barat itu masuk pekerjaan, mereka selalu gagal di Matematika dasar,” tandasnya.


Editor : JakaPermana