Begini Tanggapan Dedi Mulyadi Soal Bangunan Cagar Budaya yang Hangus Terbakar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, kerusakan yang terjadi akibat ulah oknum demonstran di kawasan sekitar Kantor DPRD Jabar dua hari terakhir tidak sulit untuk diperbaiki dan diganti.

Begini Tanggapan Dedi Mulyadi Soal Bangunan Cagar Budaya yang Hangus Terbakar

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, kerusakan yang terjadi akibat ulah oknum demonstran di kawasan sekitar Kantor DPRD Jabar dua hari terakhir tidak sulit untuk diperbaiki dan diganti.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat lanjut Dedi, akan memberikan kendaraan yang rusak dan memperbaiki infrastruktur yang turut jadi korban brutalisme oknum demonstran.

Namun terpenting di balik itu menurut Dedi, adalah bagaimana pemerintah menjawab apa yang diinginkan publik, persoalan utama terjadinya anarkisme.

"Kerusakan itu nanti segera kami perbaiki, orang-orang yang dirugikan karena kerusakan itu pasti diganti, tapi yang paling penting adalah perubahan sikap mental kita untuk merespons apa yang menjadi kehendak publik, agar pemerintah kita menjadi lebih baik," ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu 31 Agustus 2025.

Terkait bangunan cagar budaya yang dijadikan Wisma MPR, hangus terbakar pada Jumat 29 Agustus 2025 kemarin akibat ulah oknum demonstran, dia menyebut tidak sulit memperbaikinya.

Kembali lagi kata dia, bagaimana pemerintah harus menjawab keinginan publik melalui kebijakan yang pro rakyat.

"Kalau kerusakan itu mudah untuk kita perbaiki, nggak ada problem, yang harus segera kita respons hari ini adalah apa yang menjadi kehendak publik. Itu kemudian nanti kita lahirkan melalui kebijakan-kebijakan yang lebih nyata, itu penting. Jadi kalau kerusakan-kerusakan kami benahi, tapi yang paling utama dari itu adalah sikap mental kita untuk melayani publik secara nyata dan harus lebih baik dibanding kemarin," ucapnya.

Seperti diketahui, bangunan yang disebut-sebut merupakan Wisma MPR di depan Gedung DPRD Jabar habis dilalap api akibat ulah demonstran.

Bangunan tersebut nyatanya juga menjadi cagar budaya peninggalan kolonial Belanda bergaya Indische Empire dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya warisan sejarah pada 2013 silam. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti