Belajar Lagi Menjemput Mimpi

PERNAH putus sekolah atau bahkan belum mengenal bangku kelas. Kini, mereka mendapat kesempatan kembali belajar dan menata mimpi.

Belajar Lagi Menjemput Mimpi
CALON SISWA: Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya berdialog dengan calon siswa dalam Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Ada anak-anak yang pernah meninggalkan bangku sekolah. Ada pula yang bahkan belum sempat mengenal ruang kelas, seragam, buku pelajaran, dan riuh teman sebaya.

Bagi mereka, sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi pintu yang lama tertutup karena keterbatasan ekonomi dan keadaan keluarga. Kini, pintu itu kembali dibuka melalui Sekolah Rakyat.

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mendorong anak-anak yang sempat putus sekolah maupun belum pernah mengenyam pendidikan untuk kembali belajar dan berani memiliki cita-cita besar.

“Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden agar seluruh anak-anak di Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali bisa sekolah,” ujar Seskab Teddy seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (9/8).

Pesan itu disampaikan Teddy saat berdialog dengan siswa dan calon siswa dalam Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Teddy datang bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Mereka berbincang langsung dengan para siswa dan calon siswa, termasuk mendengarkan cerita anak-anak yang sebelumnya harus berhenti sekolah.

Bagi Teddy, kesempatan kembali belajar bukan sekadar soal duduk di dalam kelas. Lebih jauh dari itu, sekolah menjadi tempat anak-anak menemukan kembali sesuatu yang mungkin pernah hilang: mimpi.

“Agar yang dulunya belum punya mimpi, hingga dia nanti akhirnya bisa bermimpi dan bercita-cita besar,” katanya.

Saat ini, sekitar 43 ribu anak disebut telah mendapatkan kesempatan bersekolah melalui Sekolah Rakyat. Program tersebut menyasar anak-anak yang sebelumnya menghadapi keterbatasan dalam memperoleh akses pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.

“Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan sejak Indonesia merdeka, di mana Sekolah Rakyat ini diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, yang selama ini belum terbawa oleh pembangunan,” ujar Gus Ipul.

Sistem pendidikan berasrama menjadi bagian dari konsep tersebut. Kebutuhan dasar siswa dipenuhi agar mereka dapat lebih berkonsentrasi belajar sekaligus mengembangkan potensi diri.

Harapannya sederhana, tetapi besar: keadaan ekonomi keluarga tidak lagi menjadi alasan seorang anak harus mengubur masa depannya.

Sebab setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh. Mereka mungkin datang dari keluarga dengan keadaan berbeda, membawa cerita yang tidak sama, dan menempuh jalan yang lebih panjang untuk sampai ke sekolah.

Namun, di hadapan masa depan, mereka memiliki hak yang sama. “Setiap siswa berharga,” kata Gus Ipul. (gin)


Editor : Inilahkoran