Berdaya Bersama, Pemkot Bandung Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat

Pemkot Bandung bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Yatim meluncurkan, program pemberdayaan ekonomi umat 2025.

Berdaya Bersama, Pemkot Bandung Dorong Pemberdayaan Ekonomi Umat

INILAHKORAN, Bandung - pemkot bandung bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Rumah Yatim meluncurkan, program pemberdayaan ekonomi umat 2025.

Kegiatan yang mengusung tema “Berdaya Bersama Mewujudkan Bandung Utama” itu, berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat kurang mampu melalui pelatihan dan pendampingan usaha.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, program tersebut merupakan langkah konkret dalam mengubah pola bantuan sosial menjadi upaya pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kemenag satu langkah di depan, karena mulai meninggalkan bantuan langsung seperti bansos dan beralih ke pemberdayaan masyarakat. Dengan cara ini, mereka bisa meningkatkan kemampuan dan bertahan dalam hidup,” kata Yorisa Sativa, Kamis 6 November 2025.

Menurut ia, kegiatan pelatihan akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan penerima manfaat agar hasilnya lebih tepat guna. Pelatihan tersebut, diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan. Tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, bagi warga yang selama ini masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Kami mendorong agar setiap lembaga yang ingin melaksanakan program serupa berkoordinasi dengan Dinas Sosial, supaya penerima manfaat benar-benar tepat sasaran,” ucapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Kota Bandung, Irwan Nurjaman menuturkan, pemberdayaan ekonomi umat bertujuan untuk mengangkat kemampuan masyarakat agar lebih mandiri.

“Program ini bagaimana caranya masyarakat yang tadinya di bawah, menjadi di atas kemampuannya dan itu juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” kata Irwan Nurjaman.

Ia menjelaskan, saat ini program tersebut menyasar tiga kecamatan di Kota Bandung yaitu Regol, Kiaracondong dan Cibeunying Kaler dengan total 30 penerima manfaat. Selain pelatihan, bantuan juga diberikan berupa kursi roda bagi penyandang disabilitas dan Al-Qur’an Braille bagi penyandang tunanetra.

Direktur Utama Rumah Yatim, Nugroho Bejo Wismono menjelaskan, Rumah Yatim berperan memberikan dukungan berupa modal usaha dan pendampingan jangka panjang bagi penerima manfaat.

“Kami tidak hanya memberikan bantuan modal, tapi juga pendampingan selama tiga tahun. Tim kami akan membantu dari sisi pengemasan produk, strategi pemasaran hingga manajemen keuangan,” kata Nugroho Bejo Wismono.

Ia menambahkan, aspek mental dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam pendampingan. “Sering kali, pelaku usaha membutuhkan pembinaan mental agar tidak mudah menyerah dan bisa amanah mengelola dana yang diberikan. Ini penting karena dana yang digunakan merupakan dana umat,” ucapnya.

Menurut Nugroho, bentuk usaha yang dijalankan penerima manfaat bervariasi. Mulai dari jasa bengkel, produk makanan hingga fashion. "Seluruh peserta telah melalui proses asesmen bersama Kemenag, sebelum ditetapkan sebagai penerima program," ujar dia.


Editor : Ahmad Sayuti