Berdaya dari Dapur Sederhana

PEMBERDAYAAN masyarakat begitu terasa di desa Wutuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Ekonomi tumbuh dari dapur-dapur sederhana.

Berdaya dari Dapur Sederhana
BERDAYA: Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengunjungi kawasan pesisir di Desa Wutuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Sabtu (8/8).

Oleh : Cesar Yudistira

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar semringah melihat aktivitas para perempuan di desa tersebut. Mereka menjalankan usaha-usaha sederhana dari rumah masing-masing yang kebanyakan merupakan produk olahan hasil laut.

Muhaimin menyadari ada harapan baru di area pesisir itu. Di tengah masyarakat yang kehidupannya lekat dengan potensi perikanan dan tambak, dia melihat langsung bagaimana akses pembiayaan dan pendampingan membantu usaha ultra mikro berkembang sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Kawasan pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar dengan masyarakat yang menggantungkan hidup pada perikanan, pertambakan, hingga perdagangan hasil laut.

Berdasarkan data BPS 2025, wilayah ini dihuni oleh ribuan penduduk dengan sekitar 1.492 di antaranya adalah perempuan, di mana 60 persen di antaranya telah menjadi nasabah Mekaar.

Besarnya angka tersebut menunjukkan potensi ekonomi usaha ultra mikro di kawasan ini sangat besar untuk terus dikembangkan.

Dukungan pembiayaan menjadi pintu masuk awal. Namun, pemberdayaan berlanjut melalui pendekatan klasterisasi usaha untuk memastikan bisnis nasabah tidak berhenti pada modal semata, melainkan terus berkembang dan memiliki nilai tambah.

Salah satu contohnya adalah Lisminah, perempuan yang mempertahankan usaha pembuatan terasi secara turun-temurun. Lewat program bantuan dan pendampingan Mekaar, usahanya berkembang pesat dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, hingga jangkauan pemasaran.

Usaha yang sebelumnya sekadar aktivitas ekonomi keluarga kini menjadi sumber penghasilan utama sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM memperlihatkan bahwa ‘naik kelas’ bagi para pelaku usaha ultra mikro bukan sekadar peningkatan plafon pembiayaan.

Lebih dari itu, nasabah didorong untuk mampu meningkatkan produksi, memperluas pasar, membenahi kualitas, mengurus legalitas dan sertifikasi halal, hingga membangun merek (branding).

“Sangat efektif untuk membantu ekonomi keluarga dan saya mendapat kabar yang menggembirakan AO nya pun tulang punggung keluarga di sini yang juga sangat aktif,” ujar Muhaimin, dalam rilis yang diterima wartawan, Minggu (9/8).

Tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi orang tua, program pemberdayaan di wilayah ini juga menyasar sektor pendidikan anak melalui kehadiran fasilitas Ruang Pintar.

Program ini menyediakan fasilitas belajar gratis bagi anak-anak nasabah yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan, sehingga memberikan dampak positif bagi keberlanjutan generasi mendatang.

Direktur Utama PNM Kindaris meyakini keberhasilan pemberdayaan diukur dari sejauh mana pembiayaan mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Perubahan itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun nyata, usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga yang menguat, lapangan kerja yang terbuka, dan anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar lebih baik,” jelas Kindaris. (bsf)


Editor : Inilahkoran