Berpotensi jadi Magnet Wisata di Cimahi, Pembangunan Eco Wisata Cimenteng Teganjal Anggaran
Eco Wisata Cimenteng yang berlokasi di RT 02/12 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi digadang-gadang berpotensi besar menjadi magnet wisata di Kota Tentara ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Eco Wisata Cimenteng yang berlokasi di RT 02/12 Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi digadang-gadang berpotensi besar menjadi magnet wisata di Kota Tentara ini.
Kendati objek wisata Eco Wisata Cimenteng yang mengusung konsep wisata berbasis pendidikan ini dibangun pada 2019. Namun, pembangunan wisata di lokasi bekas Desa Wisata Cimahi Terobosan (Dewi Citos) itu tak kunjung rampung lantaran terganjal anggaran yang dimiliki Kota Cimahi.
"Pembangunan Eco Wisata Cimenteng masih terkendala anggaran. Namun, kita berupaya menyelesaikannya hingga tahap ketiga," kata Kabid Kebudayaan dan Pariwisata Disbudparpora Cimahi Nina Julita kepada wartawan belum lama ini.
"Kemudian, pada tahap keempat pihaknya bakal membangun berbagai fasilitas, seperti menara pandang, amphitheater hingga booth souvenir," sambungnya.
Nina pun tak memungkiri keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang menghambat pembangunan Eco Wisata Cimenteng.
Meski begitu, pihaknya mengklaim masih mampu mengatasi tantangan tersebut.
"Jadi APBD yang ada bukan untuk kepentingan pembangunan Eco Wisata Cimenteng saja melainkan ada juga beberapa pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah," ujarnya.
Tak hanya itu, Pj Wali Kota Cimahi, Dicki Saromi menginginkan akses ke lokasi Eco Wisata Cimenteng tidak ada kendala atau hambatan. Bahkan, pihaknya telah mengakomodir dan membuat konsep.
Ke depan, pihaknya berharap Detail Engineering Design (DED) bisa segera direalisasikan agar revitalisasi bisa dilahirkan lebih menarik. Meskipun proyek ini belum selesai, namun banyak masyarakat yang memanfaatkan Eco Wisata Cimenteng ini.
"Alhamdulillah meski Eco Wisata Cimenteng ini belum rampung dibangun, namun sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat banyak," ungkapnya.
Terkait kondisi akses jalan menuju Eco Wisata Cimenteng yang dinilai sempit, menurutnya, jika lebar jalan diperbesar, maka effort yang dikeluarkan juga harus lebih banyak.
"Ke depannya kita akan berkolaborasi dengan komunitas lain, seperti mobil komodo yang merupakan buatan asli Cimahi dan sudah booming untuk daerah-daerah yang memiliki tempat wisata dengan akses jalan yang sulit," ujarnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


