Bertaruh Napas Melawan Kobaran Api
API mengamuk di gudang rongsok Tasikmalaya. Saat para petugas berjibaku, asap tebal menguji daya tahan mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Nunung Nurohman
Bagi Iqbal, sore itu bukan sekadar menjalankan tugas memadamkan api. Di tengah kepulan asap hitam yang menyelimuti gudang rongsok di Kampung Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (4/8), dia harus berjuang melawan musuh lain yang tak terlihat: sesak napas.
Api yang membakar gudang milik H Amai terus membesar. Tumpukan material rongsok, terutama plastik, membuat kobaran cepat menjalar sekaligus menghasilkan asap pekat yang menusuk dada. Di lokasi itu, setiap tarikan napas para petugas pemadam menjadi perjuangan tersendiri.
Iqbal bersama rekan-rekannya tetap bertahan di garis depan. Dengan perlengkapan yang melekat di tubuh, mereka berusaha menjinakkan api yang membakar berbagai material mudah terbakar. Namun, di tengah perjuangan itu, tubuh Iqbal mulai memberikan tanda.
Asap tebal yang memenuhi area kebakaran membuat napasnya sesak. Dia akhirnya harus dievakuasi dari lokasi untuk mendapatkan penanganan medis. Bukan karena terluka oleh api, melainkan karena udara penuh asap yang menguras tenaganya.
Meski satu petugas harus ditarik mundur, perjuangan memadamkan api tidak berhenti. Puluhan personel gabungan kembali bergerak hingga kobaran berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam.
Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan tiga kendaraan tangki air dikerahkan. Tim gabungan dari Damkar Kota Tasikmalaya, Damkar Kabupaten Tasikmalaya, BPBD, TNI-Polri, PLN, Tagana, PMI, serta relawan bahu-membahu menghadapi api yang terus menyala.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova mengatakan, penanganan kebakaran berjalan melalui kerja sama berbagai unsur. Menurut dia, prioritas utama petugas adalah memastikan api benar-benar padam sebelum melakukan pendataan dampak kebakaran.
"Alhamdulillah kejadian hari ini dapat ditangani oleh teman-teman dan tim dari Pemkot, Kabupaten dan TNI AD Yonif TP 939/Macan Putih. Kurang lebih ada 30 orang ditambah tujuh unit damkar dan sekarang dalam proses pendinginan. Untuk detail lainnya masih dalam proses," ujar Budi.
Dia menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah keterbatasan armada sehingga bantuan dari Damkar Kabupaten Tasikmalaya dan TNI AD harus dikerahkan.
"Untuk kendala kekurangan armada saja, makanya dibantu Damkar Kabupaten Tasik dan TNI AD Yonif TP 939/Macan Putih," ucapnya.
Selain memadamkan api, petugas juga harus menjaga kondisi tubuh mereka sendiri. PMI yang berada di lokasi membantu menangani sejumlah personel yang mengalami kelelahan dan terdampak asap.
"Dari PMI juga datang mengantisipasi petugas yang kelelahan. PLN juga ada untuk memeriksa karena di bawah SUTET milik PLN. Mudah-mudahan tidak ada hal yang berpengaruh lain, karena listrik ini menyuplai wilayah Jawa Barat," kata Budi.
Budi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, satu unit kendaraan yang berada di area bengkel ikut terbakar setelah atap bangunan ambruk. Sementara luas area terdampak dan nilai kerugian masih dalam proses pendataan.
Sementara itu, Pamapta 2 Polres Tasikmalaya Kota Ipda Rifanto Zaki mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas langsung melakukan pengamanan agar warga tidak mendekati lokasi.
"Kebakaran pada sore hari ini di Kecamatan Mangkubumi ada di gudang rongsok barang bekas. Tadi kami menerima informasi kurang lebih pada pukul 18.00 sebelum Magrib. Pada saat itu yang pertama datang adalah Polsek Mangkubumi beserta anggotanya. Saat kami tim piket fungsi Pamapta datang ke lokasi sudah ada pemadam kebakaran," ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, polisi masih melakukan penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan awal saksi, api diduga berasal dari korsleting listrik.
"Untuk penyebab pasti saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun demikian menurut informasi awal dari saksi, penyebabnya adalah korsleting listrik dari gudang rongsok tersebut. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Kini api telah padam dan proses pendinginan masih berlangsung. Di lokasi yang mulai kembali tenang itu, tersisa jejak perjuangan para petugas. Mereka tidak hanya melawan kobaran api, tetapi juga bertaruh napas agar bencana tidak meluas dan keselamatan warga tetap terjaga. (gin)
Editor : Inilahkoran


