PKL Kembali tak Terkendali
UPAYA penataan belum usai. PKL kembali memenuhi trotoar Lawang Saketeng.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Rizki Mauludi
Trotoar yang semestinya menjadi ruang bagi pejalan kaki kembali kehilangan fungsinya. Di Jalan Lawang Saketeng dan kawasan Suryakencana, aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) kembali terlihat memenuhi sejumlah titik, meski sebelumnya Pemerintah Kota Bogor telah berulang kali melakukan penertiban.
Pemandangan itu menjadi tantangan baru bagi upaya penataan kota. Korve dan penertiban yang dilakukan pemerintah belum sepenuhnya mampu membuat kawasan tersebut terbebas dari aktivitas jual beli di ruang publik.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengakui, menjaga kawasan yang sudah ditertibkan bukan perkara mudah. Salah satu kendala utama yang dihadapi Pemkot Bogor adalah keterbatasan jumlah personel untuk melakukan pengawasan secara rutin.
“Ya, harus ada petugas kayaknya, petugas yang memang harus standby. Tapi lagi-lagi keterbatasan SDM menjadi kendala utama. Kesadaran warga ini yang agak sulit,” ujar Jenal.
Menurut dia, penataan ruang publik tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan petugas. Kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas kota juga menjadi faktor penting agar kawasan yang sudah dibenahi tidak kembali semrawut.
Jenal mencontohkan sejumlah daerah yang mampu menjaga kebersihan ruang publik tanpa pengawasan ketat. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena adanya kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Seberapa kuatnya petugas berjaga, pasti ada lengahnya. Ada istirahatnya. Jadi memang kesadaran masyarakat harus diedukasi,” katanya.
Untuk kawasan yang dinilai sulit ditertibkan, Pemkot Bogor membuka kemungkinan membangun posko penjagaan khusus. Langkah tersebut diperlukan agar pengawasan dapat dilakukan lebih konsisten, terutama pada titik yang sering kembali dipenuhi PKL.
Selain itu, Jenal menyebut telah meminta agar personel yang selama ini bertugas sebagai Park Ranger di taman-taman kota dapat dikonversi untuk memperkuat Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Penambahan personel dinilai penting, terutama saat akhir pekan ketika aktivitas warga meningkat.
“Karena ini sangat butuh personel yang banyak sehingga Sabtu-Minggu saya minta petugas Dishub lebih banyak dari hari kerja,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di Jalan Pedati dan Lawang Saketeng, sejumlah PKL kembali membuka lapak di area trotoar. Aktivitas tersebut juga diikuti dengan munculnya kembali tumpukan sampah di sekitar kawasan. (gin)
Editor : Inilahkoran


