PERSIB 2 - 1 PERSIJA: SISA TENAGA INCAR JUARA
DUA tim akan bertarung dengan sisa-sisa tenaga di fifinal Piala Presiden 2026. Mereka hanya punya waktu dua hari pulihkan kondisi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Muhammad Ginanjar
Hati Igor Tolic terbelah usai Persib singkirkan Persija 2-1 dalam semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (4/8) sore WIB. Dia bahagia tapi kekhawatiran yang paling terpikirkan.
Persib menang berkat gol-gol Uilliam Barros dan Balsa Sekulic (penalti) di babak pertama. Persija yang tampil dominan dalam penguasaan bola setelah turun minum, hanya mampu mencetak satu gol balasan melalui aksi Kwon Chang-hoon.
Usai peluit panjang dibunyikan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, Tolic langsung bicara soal masa recovery. Dia merasa harus melindungi para pemainnya yang benar-benar kelelahan saat menaklukkan Macan Kemayoran.
Tolic menilai, partai final yang digelar dua hari mendatang atau Kamis (5/6), tidaklah ideal dari sisi pemulihan. Dia mengungkap regulasi FIFA dimana setiap tim wajib menjalani masa istirahat 72 jam antar pertandingan.
“Aturan ini dibuat untuk melindungi kesehatan fisik dan mental para pemain di seluruh dunia,” ujarnya.
Dia dengan tegas menyatakan pernyataan ini tidak hanya ditujukan untuk kepentingan Persib, namun juga kepada seluruh pemain yang tampil di Piala Presiden.
“Saya berbicara atas nama semua pemain karena merekalah yang harus tampil di lapangan. Bagi saya sebagai pelatih mungkin lebih mudah. Saya hanya berdiri di pinggir lapangan, memberikan instruksi, atau bahkan tidak mengatakan apapun. Tetapi para pemainlah yang harus bermain, tampil maksimal, dan memenangkan pertandingan,” tuturnya.
Karena itu, Igor merasa harus melindungi para pemainnya, terutama kesehatannya. Sebab Piala Presiden 2026 memiliki jadwal yang sangat singkat.
“Saya ingin tahu mengapa ini bisa terjadi. Mengapa? Apa alasannya? FIFA sudah memiliki aturan yang jelas," lanjut Tolic.
Suksesor Bojan Hodak itu tak habis pikir, ada satu aturan krusial yang justru terabaikan di ajang Piala Presiden 2026. Padahal aturan-aturan lainnya ditegakkan dengan sangat ketat.
"Saat kami berada di bangku cadangan, ofisial pertandingan begitu ketat mengawasi setiap detail. Asisten pelatih tidak boleh berdiri sembarangan, kami harus datang tepat waktu, harus mematuhi semua aturan. Kami mengikuti semua regulasi FIFA. Durasi pertandingan dua babak masing-masing 45 menit, ukuran lapangan sesuai aturan, semuanya kami patuhi. Tetapi mengapa aturan mengenai waktu pemulihan pemain justru diabaikan?,” katanya.
Igor pun mengaku melihat bangku cadangan Persib maupun Persija di babak semifinal ini. Terdapat sekitar 13 atau 14 pemain yang tidak bisa dimainkan.
“Belum lagi banyak pemain yang sedang membela tim nasional. Kami tetap dituntut menang, bermain bagus, sekaligus menjaga agar semua pemain tetap sehat. Tugas yang harus kami hadapi terlalu banyak,” katanya.
Meski demikian, Tolic sadar Persib harus bersikap profesional. Skuat Pangeran Biru akan tetap bermain dan berusaha menang di babak final nanti.
“Padahal pramusim adalah satu-satunya kesempatan kami memiliki seluruh pemain bersama-sama. Saat itulah kami membangun sistem permainan, mengenal karakter pemain, dan menyusun fondasi tim. Namun musim ini kami kehilangan kesempatan tersebut,” tegasnya.
Mengenai pertandingan, Tolic menilai Persib bermain sangat baik. Terbukti dua gol mampu diciptakan melalui Uilliam Barros pada menit ke-22 dan Balsa Sekulic pada menit ke-28 lewat penalti.
“Di babak kedua semua pemain mulai kelelahan. Persija bermain habis-habisan. Seharusnya kami bisa unggul tiga atau empat gol di babak pertama, tetapi di babak kedua kami juga bisa saja kalah,” katanya.
Tolic juga memuji penampilan para pemain Persija yang begitu habis-habisan mencari gol penyeimbang di sepanjang babak kedua.
“ Pada akhirnya kami menang dan lolos ke final. Siapa yang akan kami hadapi di final belum saya ketahui. Saya hanya berharap semua pemain di semifinal lainnya tetap sehat,” pungkasnya.
Terima Kekalahan Sementara itu, Pelatih Persija Shin Tae-yong tak menunjukan kekecewaannya meski timnya gagal melaju ke final.
“Pertama-tama saya mengucapkan selamat untuk Persib Bandung. Kedua tim sangat baik dalam kerja keras,” ujar Shin usai pertandingan.
Shin berdalih pada laga ini Persija tidak bermain dengan 11 pemain terbaiknya. Namun dia merasa para pemain yang bermain bekerja dengan keras.
“Jadi hasil ini pun ya harus diterima, agar kita bisa bisa maju bersama dengan Persija,” katanya.
Shin mengatakan para pemainnya bermain tidak dalam kondisi 100 persen. Setidaknya staminanya hanya mencapai 30 sampai 40 persen.
“September Liga akan mulai. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar para pemain bisa menunjukkan yang terbaik dan tim ini sudah berkembang,” tegasnya.
Namun, mantan pelatih Timnas Indonesia ini merasa menyayangkan lantaran pertandingan babak semifinal ini tidak bisa disaksikan penonton.
Ungkapan yang sama dilontarkan pemain Persija, Pratama Arhan. Menurutnya seharusnya pertandingan ini bisa disaksikan penonton.
“Saya berharap sih rivalitas hanya di lapangan aja, 90 menit ya. Karena di luar kita juga saling teman, saling sapa, ya kita seperti sahabat lah pemain satu sama lain. Ya buat para suporter ya saya berharap juga bisa sama seperti pemain, rivalitas hanya 90 menit di lapangan. Ya ke depannya semoga bisa sama gitu, layaknya sahabat lah,” harap Arhan. (bsf)
Editor : Inilahkoran


