BIAS 2026, Dinkes Cirebon Bidik Puluhan Ribu Anak
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen untuk setiap jenis vaksin yang diberikan.
Program tersebut menyasar siswa SD/MI, SLB, pondok pesantren, hingga anak usia sekolah yang belum mengikuti pendidikan formal.
Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Cirebon, Dede Kurniawan mengatakan, BIAS merupakan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan dan memperpanjang kekebalan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
“BIAS merupakan imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah. Pemberiannya dilakukan sesuai kelompok usia dan jenis vaksin yang menjadi sasaran,” kata Dede, Rabu (2/9).
Dalam BIAS 2026, sejumlah vaksin diberikan kepada anak sesuai kelompok usia dan kelas, di antaranya Campak Rubela (MR), Difteri Tetanus (DT), serta Human Papillomavirus (HPV).
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Cirebon, sasaran kelas 1 SD/MI mencapai 41.003 siswa, kelas 2 sebanyak 41.562 siswa, dan kelas 5 sebanyak 40.936 siswa.
Selain sasaran reguler, Dinkes juga melaksanakan imunisasi kejar bagi anak yang belum memperoleh vaksin sesuai jadwal sebelumnya. Untuk HPV, sebanyak 121 siswa kelas VI SD/MI masuk sasaran imunisasi kejar. Sementara di tingkat SMP/MTs, terdapat 17.758 siswa kelas IX yang juga menjadi sasaran imunisasi kejar HPV.
“Target kami adalah mencapai minimal 95 persen cakupan imunisasi untuk setiap antigen vaksin di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Dede menjelaskan, pemberian vaksin dilakukan secara bertahap berdasarkan kelompok usia. Vaksin MR untuk siswa kelas 1 atau anak berusia sekitar tujuh tahun diberikan pada Agustus 2026, sedangkan vaksin DT dijadwalkan pada November 2026.
Vaksin DT juga diberikan kepada siswa kelas 2 dan kelas 5 pada November mendatang. Sementara vaksin HPV diberikan kepada siswi sesuai kelompok kelas dan ketentuan program imunisasi.
Menurut Dede, pemberian vaksin HPV sejak usia sekolah penting untuk memberikan perlindungan lebih dini terhadap infeksi HPV.
“Vaksin HPV membantu melindungi individu dari infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker lainnya,” jelasnya.
Berdasarkan evaluasi sementara hingga 28 Agustus 2026, imunisasi MR telah menjangkau 24.008 sasaran atau sekitar 58,55 persen dari target. Sementara vaksinasi HPV tercatat mencapai 18.918 sasaran atau 49,94 persen.
Dinkes Kabupaten Cirebon masih terus mengejar capaian tersebut agar target minimal 95 persen dapat terpenuhi dan seluruh anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal. (maman suharman)
Editor : Inilahkoran

