Depo BRT Cicaheum Mulai Dibangun, Target Bergeser

Depo BRT Cicaheum Mulai Dibangun, Target Bergeser
DEPO BRT: Aktivitas angkutan kota (angkot) masih tetap berlangsung di kawasan Terminal Cicaheum melayani penumpang, saat pembangunan depo BRT berjalan.

INILAH, Bandung - Lahan yang kelak menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Cicaheum mulai berubah. Setelah lama menunggu, pekerjaan konstruksi akhirnya bergerak pada Agustus 2026.

Pekerjaan itu seharusnya dimulai lebih awal. Rencana awal menempatkan April sebagai titik dimulainya pembangunan. Namun, berbagai proses membuat proyek baru berjalan sekitar tiga minggu terakhir.

Kini, aktivitas konstruksi diawali dari bagian paling dasar. Tiang-tiang pancang mulai ditanam sebagai fondasi sebelum bangunan depo perlahan berdiri.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan pembangunan depo sudah berjalan dan memasuki minggu ketiga.

“Depo Cicaheum sudah dimulai pembangunannya. Sekarang sudah masuk minggu ketiga,” kata Rasdian, Rabu (2/9). 

Bagi pembangunan sebuah depo, pekerjaan dari bawah menjadi tahap penting. Tiang pancang menjadi pijakan awal sebelum konstruksi bergerak menuju struktur bangunan lainnya.

Namun, perjalanan proyek ini tidak sepenuhnya mulus. Salah satu persoalan yang harus diselesaikan berkaitan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di area proyek. Sebanyak 115 PKL telah menerima kompensasi sebelum pembangunan dilanjutkan.

“Kompensasi sudah diberikan kepada 115 PKL di lokasi tersebut. Setelah kompensasi diberikan, pembangunan depo dilanjutkan,” ujar Rasdian.

Setelah persoalan tersebut diselesaikan, alat dan pekerja bisa kembali bergerak. Meski demikian, waktu yang tersisa untuk mengejar target akhir tahun kini semakin pendek.

Rasdian belum berani memastikan depo dapat selesai pada penghujung 2026. Kepastian mengenai target penyelesaian masih harus dikonfirmasi kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) yang menangani proyek tersebut.

“Belum bisa dipastikan begitu. Saya harus tanya dan konfirmasi dulu kepada PPK,” katanya.

Yang jelas, jadwal pembangunan sudah bergeser dari rencana semula. Dari April, pekerjaan baru dimulai pada Agustus. 

Artinya, waktu pengerjaan yang tersisa hingga akhir tahun menjadi jauh lebih singkat. Kondisi tersebut membuka kemungkinan proyek kembali berjalan hingga tahun berikutnya.

“Seharusnya pembangunan dimulai pada April, tetapi baru terlaksana pada Agustus ini. Jadi kalau sampai akhir tahun belum selesai, kemungkinan penyelesaiannya bisa bergeser ke tahun depan,” tegas Rasdian. (gin)


Editor : Inilahkoran