Braga Beken Belum Berakhir

Braga Beken  Belum Berakhir
BRAGA BEKEN: Pemkot Bandung memastikan program Car Free Day (CFD) dan Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) akan tetap dilanjutkan.

INILAH, Bandung - Minggu pagi di Bandung biasanya punya cerita sendiri. Jalanan yang lengang dari kendaraan berubah menjadi ruang berjalan kaki, berolahraga, berkumpul, atau sekadar menikmati kota tanpa suara mesin yang mendominasi.

Ruang seperti itu hadir melalui Car Free Day (CFD) dan Braga Bebas Kendaraan atau Braga Beken.

Namun, untuk sementara, aktivitas tersebut harus berhenti.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penghentian CFD dan Braga Beken bukan berarti kedua program itu akan dihapus. Pemkot kini memilih berhenti sejenak untuk mengevaluasi sekaligus membenahi tata kelolanya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, evaluasi CFD dilakukan sebagai bagian dari pengendalian tata kelola pemerintahan. 

Selama ini, Dinas Perhubungan (Dishub) menggunakan anggaran pengelolaan CFD untuk mendukung berbagai kegiatan di lapangan, termasuk penertiban. Persoalan administrasi dan tata kelola kemudian ditemukan dalam pelaksanaannya.

“Evaluasi CFD itu sebetulnya adalah sebuah bentuk pengendalian tata kelola pemerintahan. Selama ini Dishub memang memanfaatkan dana anggaran pengelolaan CFD untuk meminta bantuan berbagai macam pihak melakukan penertiban dan lain-lain. Tetapi ada kesalahan administrasi, ada kesalahan tata kelola maka saya stop dulu, perbaiki dulu semuanya,” kata Farhan, dalam keterangannya, Rabu (2/9). 

Keputusan menghentikan sementara itu menjadi semacam jeda. Bukan untuk mengakhiri CFD, melainkan memastikan ketika kembali digelar, kegiatan tersebut memiliki sistem yang lebih tertib. Begitu pula dengan Braga Beken.

Pemkot Bandung masih menyusun kembali konsep penataannya sebelum kegiatan kembali berjalan. Farhan mengatakan, pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu bentuk penataan yang akan diterapkan.

“Saya harus lihat dulu konsep dari penataan CFD dan Braga Beken itu jadi seperti apa. Kalau itu sudah clear dan jelas ya kita akan jalankan lagi,” ujarnya.

Bagi Bandung, keberadaan kedua program tersebut dianggap masih dibutuhkan.

“Harus dilanjut karena kita memang membutuhkan hal itu. Kita butuh CFD, kita butuh Braga Beken,” kata Farhan.

CFD bukan hanya tentang menutup jalan dari kendaraan. Ruang tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas warga, tempat orang berolahraga, bertemu, dan menikmati ruang kota dengan cara yang berbeda.

Sementara Braga Beken membawa gagasan serupa ke kawasan yang selama ini menjadi salah satu wajah Kota Bandung. (gin)


Editor : Inilahkoran