Enam Kampus Satu Langkah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Semarang - Kampus tidak selalu harus sibuk dengan ruang kuliah, penelitian, atau tumpukan buku. Ada saatnya pengetahuan meninggalkan pagar perguruan tinggi dan berjalan lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Semangat itulah yang coba dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama enam Universitas Islam Negeri (UIN) di wilayah tersebut.
Kerja sama yang sebelumnya telah dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) kini hendak didorong lebih jauh. Bukan sekadar menjadi dokumen di atas meja, tetapi diterjemahkan menjadi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, sertifikasi halal, pendidikan vokasi, hingga pengolahan sampah.
“Kami siap support program Gubernur dan kami ingin program apapun di pemprov juga melibatkan UIN di Jateng,” kata Ketua Forum Rektor UIN se-Jateng Zaenal Mustakim saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah di Semarang, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (2/9).
Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan itu mengatakan, MoU antara Pemprov Jateng dan enam UIN sebenarnya telah dilakukan sejak lama. Tantangannya kini adalah memastikan kesepakatan tersebut bergerak dari meja pertemuan menuju kerja nyata.
Pertemuan dengan Pemprov Jateng menjadi ruang untuk merinci kembali bentuk kolaborasi dengan dinas-dinas terkait. Masing-masing kampus membawa program dan keahlian yang dinilai dapat disambungkan dengan kebutuhan pemerintah daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengabdian masyarakat melalui kuliah kerja nyata (KKN) tematik. Mahasiswa dapat ditempatkan di daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem untuk ikut mencari dan menjalankan solusi bersama masyarakat.
Bagi kampus berbasis keislaman, kontribusi itu juga memiliki warna tersendiri.
“Kami bidang kajiannya kan keislaman, jadi literasi keagamaan menjadi salah satu fokus utama. Kita juga punya program pemberdayaan masyarakat untuk ekonomi dan UMKM, juga soal sertifikasi halal,” ujar Zaenal.
Sertifikasi halal menjadi salah satu bidang yang dianggap memiliki ruang kolaborasi luas. Apalagi, pembangunan Jawa Tengah ke depan diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian. (gin)
Editor : Inilahkoran

