Bikin Perih, Pedagang Pasar di Cimahi Ungkap Alasan Naiknya Harga Bawang Merah

Warga masyarakat KOta cimahi mengeluhkan naiknya harga bawang merah di berbagai pasasr tradisional di Kota Cimahi

Bikin Perih, Pedagang Pasar di Cimahi Ungkap Alasan Naiknya Harga Bawang Merah
Harga bawang merah naik para pedagang mengeluh.

INILAHKORAN, Cimahi - Harga komoditas bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi makin membuat perih masyarakat lantaran harganya terus mengalami kenaikan.

Kenaikan harga bawang merah tersebut disinyalir lantaran pasokan yang seret dari luar daerah. Harga normal bawang merah yang hanya dikisaran Rp 30-40 ribu, kini mencapai Rp 60-70 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, Idris (50) mengaku, selama ini kalaupun naik paling mahal di angka Rp40 ribu per kilogram.

"Tapi, kalau sekarang naiknya signifikan lebih dari 100 persen," katanya.

Baca Juga: Cek Jadwal SIM Keliling Cimahi Kamis 14 Juli 2022

Menurutnya, tingginya harga bawang merah saat ini lantaran pasokan dari daerah penghasil seperti dari Brebes, Jawa Tengah yang belum normal.

"Dari informasi panen bawang merah di daerah tersebut terdampak banjir sehingga berpengaruh terhadap hasil panen," tuturnya.

Ia menyebut, alternatif pasokan bawang merah datang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Tapi kalau didatangkan dari daerah tersebut, berat di ongkos sehingga harganya akan tetap mahal," sebutnya.

"Kemungkinan dua bulan lagi pasokan dari Brebes bisa normal lagi, tapi kalau datangin dari NTT dan NTB mahal diongkosnya," sambungnya.

Baca Juga: Pohon Juga Bisa Terserang Kanker, DLH Kota Cimahi Ungkap Bahayanya

Sementara itu, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, jika saat ini ada kenaikan harga pada komoditas sayuran bawang merah.

"Kondisi tersebut dipastikan karena pasokan yang berkurang bukan karena faktor lain, atau adanya spekulan harga," katanya.

Ia pun meminta Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi untuk terus melakukan pengecekan ke pasar tradisional mengenai kenaikan harga dan suplai komoditas pangan.

"Bawang merah itu kan salah satunya dikirim dari Brebes, mungkin pasokan terkendala jadi harga naik. Nanti ditelusuri kenapa, sampai naiknya bisa dua kali lipat," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran