Bogor Bidik Potensi Bawang

Bogor Bidik Potensi Bawang
POTENSI BAWANG: Pemkab Bogor mulai mematangkan langkah pengembangan potensi bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Bogor.

INILAH, Bogor - Di tengah hamparan lahan Kabupaten Bogor, ada komoditas yang mulai dilirik lebih serius: bawang merah dan bawang putih.

Pemerintah Kabupaten Bogor kini mencoba membaca peluang itu melalui riset, pemetaan lahan, hingga belajar dari daerah yang lebih dulu berhasil mengembangkannya.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat pengembangan potensi bawang merah dan bawang putih dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta menggali pengalaman budidaya dari Kabupaten Majalengka.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan pengembangan bawang tidak bisa dilakukan sekadar berdasarkan perkiraan.

Kondisi geografis, tanah, iklim hingga karakteristik setiap wilayah perlu dipastikan lebih dahulu agar komoditas yang ditanam benar-benar sesuai.

Bawang merah, kata Ajat, relatif dapat dibudidayakan di berbagai wilayah. Sementara bawang putih membutuhkan kondisi geografis tertentu, terutama kawasan dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut.

“Bawang putih itu di Kabupaten Bogor tidak masalah, kecuali bawang putih yang mempunyai karakter tersendiri kaitan dengan lokasi yang harus di ketinggian kurang lebih 800 mdpl. Betul-betul di area pegunungan. Kalau bawang merah bisa di mana saja,” ujar Ajat, dalam keterangannya.

Peluang dari sisi teknologi sebenarnya terbuka.

Kabupaten Bogor dapat mengembangkan komoditas tersebut mulai dari pembibitan hingga pemeliharaan.

Namun, langkah pertama tetap harus dimulai dari pertanyaan paling dasar: di mana bawang bisa tumbuh dengan baik? Saat ini, berdasarkan informasi awal, terdapat sekitar 10 kelompok tani dengan luasan lahan sekitar 10 hektare yang telah berkaitan dengan budidaya bawang.

Angka tersebut masih menjadi langkah awal untuk menyusun pengembangan yang lebih terarah.

“Ini sebagai informasi awal bahwa kita sudah sedikit melangkah ke arah sana. Setelah melihat kondisi tadi, tentunya kita ingin tahu praktiknya dari Majalengka. Kita ingin berbagi dan mengetahui success story-nya seperti apa,” jelasnya. (gin)


Editor : Inilahkoran