Hingga Oktober 2021, PT Sentul City Tbk Bukukan Pendapatan Rp2,6 Triliun

Hingga Oktober 2021 PT Sentul City Tbk berhasil membukukan pendapatan Rp2,6 triliun. Kenaikan laba tersebut ditopang transaksi block sales.

Hingga Oktober 2021, PT Sentul City Tbk Bukukan Pendapatan Rp2,6 Triliun

INILAHKORAN, Bogor - Hingga Oktober 2021 PT Sentul City Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun.

Presiden Direktur PT Sentul City Tbk Tjetje Muljanto mengatakan, kenaikan laba tersebut ditopang adanya transaksi penjualan lahan siap bangun dan bangunan senilai Rp2,4 triliun atau 2.066 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan di sektor bangunan itu di antaranya berasal dari penjualan retail serta block sales kepada sejumlah investor lokal maupun internasional yang berhasil dilakukan pada masa pandemi. Hal itu diakuinya menunjukkan bisnis properti tetap memiliki peluang yang baik untuk saat ini dan ke depan.

Indikator-indikator posifif tersebut juga menunjukkan minat investor dalam dan luar negeri untuk investasi di Kawasan Sentul City semakin meningkat.

Baca Juga: Menang Gugatan di PTUN Bandung, Warga Sentul City Akhirnya Dapat Hak Atas Air

“Selain dari penjualan retail dan block sales, pendapatan perusahaan juga ditopang kenaikan pada bisnis yang dioptimalkan anak-anak perusahaan berupa operasional hotel, restoran, dan taman hiburan sebesar Rp15,8 miliar atau 24% yoy menjadi Rp80 miliar pada September 2021,” jelas Tjetje Muljanto dalam keterangan persnya, Senin 1 November 2021.

Ia menuturkan, pendapatan perusahaan juga ditopang block sales yang banyak dilirik investor-investor dalam dan luar negeri lantaran Sentul City mempunyai keunggulan infrastruktur yang baik.

"Kami memiliki kawasan siap dibangun sehingga memiliki prospek bisnis yang menguntungkan,” terang Tjetje Muljanto.

Baca Juga: Sentul City Bakal Kembangkan Konsep Green Living, Efek Gagasan Rocky Gerung?

Dia menerangkan peningkatan pendapatan atau laba ini juga sejalan dengan mulai pulihnya aktivitas sektor riil karena program vaksin yang dilaksanakan pemerintah telah mencapai 56,31% atau sebanyak 117.273.576 orang divaksin tahap pertama, melansir dari laman vaksin.kemenkes.go.id., sehingga semakin meningkatkan 'herd immunity' untuk perlindungan masyarakat terhadap penularan dan penyebaran Covid-19 yang masih melanda dunia saat ini.

"Di sisi lain, kenaikan pendapatan dari sektor hotel, restoran dan taman hiburan disebabkan karena Sentul City sebagai kota mandiri yang juga merupakan destinasi wisata yang memiliki daya tarik besar bagi masyarakat dan pengunjung karena sarat dengan nuansa alam yang natural yang menyajikan pemandangan alam berupa pegunungan, perbukitan, sungai dan danau serta penataan landscape berupa pohon hijau dan bunga-bunga yang menciptakan ekosistem alam dengan konsep green living," terang Tjetje Muljanto.

Dia juga menjelaskan, di sektor hotel pun menunjukkan petumbuhan contohnya Hotel Alana. Melalui Green Canyon Restoran yang berada di dalamnya, Hotel Alana menawarkan berbagai pilihan kuliner menarik dan enak yang banyak diburu masyarakat.

Baca Juga: Sengketa Lahan Sentul City Warga Bojong Koneng Berlarut, DPRD Minta Langkah Ini

"Hotel Alana juga banyak melakukan atraksi kuliner dan suguhan dari sejumlah chef papan atas Indonesia, hingga banyak tamu yang datang menginap di hotel tersebut," jelasnya.

Dia melanjutkan, pada sembilan bulan belakangan PT Sentul City Tbk berhasil membukukan total laba bersih Rp300 miliar atau 191 %. Kenaikan laba bersih dikarenakan adanya kenaikan pendapatan sehingga menciptakan produktivitas bisnis yang profitabel.

Perusahaan juga berhasil membukukan total aset perseroan sebesar Rp17 triliun. Sedangkan, total liabilitas terhitung sebesar Rp6,5 triliun yang turun Rp1,6 triliun.

“Liabilitas turun 20% disebabkan penurunan pada liabilitas jangka panjang bank sebesar Rp873 miliar. Hal ini mengonfirmasi perusahaan mampu memenuhi komitmen untuk memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga dengan baik. Hal ini terlihat pada performance bank debt (including MTN) to equity menjadi 21,15% yang sangat sehat yakni jauh di bawah 100% di mana angka ini dianggap terendah di antara industri properti di Indonesia,” lanjut Tjetje Muljanto.

Baca Juga: Rocky Gerung vs Sentul City, Kuasa Hukum Warga Desa Bojong Koneng Datangi Kantor BPN Kabupaten Bogor

Ke depan, dia menuturkan perusahaan akan terus berkomitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya kepada pihak ketiga. Salah satu bentuk konkrttnya yakni selama ini tidak ada gagal bayar kepada bank dan Perusahaan juga akan menjaga komitmenya terhadap proyek-proyek yang sudah dikembangkan sebelumnya. Sebagai contoh, hingga September 2021 progres pembangunan Saffron Apartment sudah mencapai 65% dan Cluster Green Mountain 87%.

“Saat ini, perseroan juga tengah bernegosiasi dengan tujuh investor dari dalam dan luar negeri. Beberapa di antaranya developer dan mall operator yang siap bekerjasama dengan perseroan melalui pola KSO, revenue sharing, sistem sewa lahan maupun jual beli putus,” tambah Tjetje Muljanto.***(reza zurifwan)


Editor : inilahkoran