Rumah Pintar Hadir Bagi Anak-anak Kurang Mampu di Kota Bogor
rumah pintah dibangun pasangan Lusiana dan Andri untuk memberikan les privat kepada anak anak SD dari kalangan keluarga tidak mampu di Bogor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Membantu warga kurang mampu, pasangan Andri Ramadan dan Lusiana membuka Rumah Pintar di Bantar Kemang nomor 62 RT05/07, Kelurahan Barangsiang, Kecamatan Bogor Timur.
Rumah Pintar merupakan program les privat bagi anak usia Sekolah Dasar (SD) ini mampu memberikan manfaat disaat masa pandemi Covid-19, Rumah Pintar ini juga saat ini sudah mendapat support dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam membantu operasional Rumah Pintar.
Lusiana mengatakan, awal mula dirinya memang senang untuk mengajar anak-anak, karena itu disaat berada dilingkungan padat penduduk dirinya ingin bermanfaat bagi warga sekitar. Maka tercetuslah membuat Rumah Pintar yang bisa disebut les privat gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: H-7 Lebaran, Harga Daging Sapi di Kota Bandung Tembus Rp 150 Ribu
"Saya sedih ketika melihat anak-anak dilingkungan rumah saya, mereka berpotensi untuk berprestasi akademik tapi karena keterbatasan dan disaat pandemi Covid-19 tatap muka tidak diperbolehkan, akhirnya mereka kelas 1 sampai kelas 3 Sekolah Dasar (SD) belum lancar membaca dan berhitung. Maka kami membuka Rumah Pintar agar mereka bisa lancar membaca dan berhitung," ungkap Lusiana pada Senin 25 April 2022.
Lusiana melanjutkan, selain itu dirinya juga menemukan anak sudah kelas empat belum lancar membaca dan cara beretika sedikit liar, anak main kemana-mana pergaulan kurang bagus sehingga tertinggal dengan anak seusianya.
"Maka saya memberikan wadah dengan mendatangkan dua pengajar yang sukarela membimbing dan mengajar para anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pengajarnya ibu Damai Yunita dan ibu Willi, mereka mengajar dua kelompok yang pertama kelompok usia kelas 1-3 SD dan kedua kelompok 4-6 SD. Rumah Pintar ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis," terangnya.
Baca Juga: Ini Motif Bripka SAS Oknum Polres Bogor Kota yang Peras Pelanggar Lalu Lintas
Lusiana memaparkan, digratiskan dikarenakan beberapa orang tua para murid di Rumah Pintar bahkan tidak punya penghasilan tetap. Bahkan apabila dirinya dan suami ada rejeki lebih, anak-anak diberi untuk jajan agar semangat.
"Alat tulis dan penunjang belajar lainnya kami siapkan. Rumah Pintar ini sudah berjalan delapan bulan, kami juga mendapat support dari PKS untuk sebagian operasional. Dua guru sebagai pengajar menerima apa adanya, karena niat mereka dedikasi sebagai guru. Kalau kami ada rejeki untuk dua guru itu bayaran berapapun diterima, mereka mengajar dua jam setiap hari Sabtu," jelasnya.
Lusiana menambah, total murid Rumah Pintar saat ini ada 16 orang, dengan rincian delapan orang kelompok usia 1-3 SD dan delapan orang kelompok usia 4-6 SD. Setelah delapan bulan belajar dirumah pintar, anak-anak merasakan manfaatnya, saat dibuka Pertemuan Tatap Muka (PTM) ditingkatkan SD mereka sudah bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Baca Juga: TBM Cijayanti Kenalkan Pohon Kawung dan Kolang-kaling, Ternyata Asal Nama Bogor.
"Bahkan beberapa siswa saat mengikuti ujian, bisa mengerjakan denga lancar dan nilai yang baik. Anak-anak banyak terimakasih kepada guru mereka di Rumah Pintar. Kami terbuka bagi siapapun yang ingin belajar dirumah pintar dengan tingkat dua kelompok tadi, ya diperbolehkan," paparnya.
Masih kata Lusiana, kalaupun nanti siswanya membludak dari wilayah lain, selain dari sekitar Bantar Kemang, pihaknya berencana akan menyewa lahan maupun rumah.
"Kedua guru itu juga siap, kami salut dan berterimakasih, berkat Bu Yunita dan Willi, Rumah Pintar bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar khususnya anak-anak tingkat SD. Kami juga ada program Jum'at berkah dari Rumah Pintar yaitu membagikan makanan setiap hari Jum'at ke masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran

