Tekan Kehilangan Air, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Mulai Ganti Pipa Lama
Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mulai bertahap melakukan penggantian pipa untuk menurunkan tingkat kehilangan air diawal tahun 2022.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mulai bertahap melakukan penggantian pipa untuk menurunkan tingkat kehilangan air diawal tahun 2022.
Sebelumnya tingkat kehilangan air Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bulan Desember 2021 berada diangka 27,51 persen atau ada penurunan 2,5 persen dari tahun sebelumnya. Tahun ini target menurunkan tingkat kehilangan air sebesar 1 persen bisa dicapai dengan investasi penggantian pipa-pipa yang kerap bocor ditahun 2022 ini.
Manager NRW & Transmisi Distribusi pada Tirta Pakuan Kota Bogor, Nasrul Zahar memaparkan, banyak kejadian kebocoran bulan ini dikarenakan umur pipa sudah tua, dan tengah direncanakan untuk penggantian ditahun 2022 ini. Kaitan penggantian akan dilakukan sporadis, tetapi untuk pengganti di jalan seputar Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya Bogor (KRB) harus benar-benar rapih dan berkoordinasi dengan pihak Istana Bogor.
Baca Juga: Perumda Tirta Pakuan Tertibkan Pelanggan Nunggak Tagihan
"Jadi untuk seputar SSA apabila dikerjakan malam hari, harus selesai dini hari mau itu penggantian atau penanganan kebocoran. Semua juga harus disiapkan dan harus sudah rapih lagi. Maka kami untuk penggantian baru dilakukan di daerah Tegal Mangga, Kecamatan Bogor Tengah dari jalan rumah sakit PMI sampai Babakan Fakultas banyak pipa bocor terkadang aliran tidak 24 jam karena air habis di jalan," ungkap Nasrul pada Senin30 Mei 2022.
Nasrul melanjutkan, setelah diganti pipa daerah Tegal Mangga sekarang sudah mengalir 24 jam, pipa yang diganti beragam mulai diameter dari 8 inch sampai 2 inch. Yang diganti ada pipa 8 inch sepanjang 720 meter, 6 inch 198 meter, 4 inch sepanjang 1.413 meter dan 2 inch 1.360 meter.
"Kemudian ada penggantian di zona 3 Empang dan sekitarnya, yang diganti 6 inch 432 meter, 4 inch 420 meter dan 2 inch 2.400 meter. Ini yang diganti pipa AC diganti ke HDPE, dari depan rumah sakit 8 inch masuk ke 6 inch agar tekanan tinggi. Disiapkan pompa juga yang lama direkondisi, daerah yang sulit dijangkau gravitasi di bantu pompa," tuturnya.
Nasrul membeberkan, selain penggantian pipa, ada juga program pemasangan Distrik Meter Air (DMA) yang masih berjalan.
Baca Juga: Perumda Tirta Pakuan Bogor Minta Restu Dewan Rencana Pengajuan Utang Rp64 Miliar
"Terbaru target pemasangan tahun ini sebanyak sembilan DMA dan baru dibangun empat di zona 1," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf mengatakan, allhamdulillah untuk tahun 2021 ada penurunan kehilangan air yang sebelumnya 30,01 persen sekarang terakhir itu perbulan Desember 2021 itu 27,51 persen, artinya ada penurunan 2,5 persen.
"Target selanjutnya tahun 2022 kurang lebih di 1 persen penurunannya. Mengingat terkait penanganan kehilangan air tentunya berbanding lurus dengan investasi yang kami harus lakukan," tuturnya.
Ardani menjelaskan, untuk tahun 2022 ini ada beberapa pergantian pipa-pipa besar, terutama pipa besar wilayah Jalan Ahmad Yani kemudian wilayah Jalan Batutulis yang dimana intensitas bocornya cukup sering. Karena itu pipa cukup lama, pipa AC tahun 1970, pada adanya perubahan tekanan air sering terjadi bocor di dua wilayah itu.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Perumda Tirta Pakuan Kuras Reservoir Secara Bertahap
"Kedepan juga ada investasi pergantian pipa dan juga pembangunan Distrik Meter Area (DMA) sebanyak 12 unit di zona 3 dan 4. Kemudian juga ada preser management, kami tetap melakukan. Mudah-mudahan target di tahun 2022 bisa tercapai dimana penurunan 1 persen," jelasnya.
Ardani juga memaparkan, kemarin juga ada penggantian pipa di wilayah Empang, pipa enam inch, empat inch dan dua inch serta pipa dinas. Dimana itu cukup banyak kebocoran disana, kemudian wilayah zona 4 Tegal Manggah, Tegallega yang masih banyak keluhan ternyata ada pipa AC dan empat inch yang bocor. Bahkan saat perbaikan ada yang masuk halaman rumah warga.
"Sehingga dalam perbaikan bocoran kami pernah masuk ke tengah rumah, karena pipa lama tahun 1970. Kami cukup kesulitan memperbaiki itu, mudah-mudahan bisa mengurangi tingkat kehilangan air. Karena Tegal Manggah dan Tegallega itu ada 100 lebih pelanggan. Kemudian untuk percepatan, ada simotip dikembangkan dalam percepatan menangani keluhan masyarakat terkait kebocoran," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


