Yusfitriadi Prediksikan Tol Caringin Cianjur "Tenggelamkan" Rencana Pembangunan Jalan Puncak II
Rencana pembangunan Jalan Puncak II akan disuntik mati. Yusfitriadi menilai, jalan Tol Caringin Cianjur ditengarai lebih berpeluang dibangun
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Yusfitriadi menilai, rencana pembangunan jalan Tol Caringin Cianjur ditengarai bakal 'menenggelamkan' rencana pembangunan Jalan Puncak II.
Menurutnya, dua proyek itu sama-sama bertujuan mengurai kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak. Namun, Yusfitriadi menyebutkan rencana pembangunan jalan Tol Caringin Cianjur relatif lebih berpeluang diwujudkan karena merupakan usulan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sedangkan, pengamat politik dan kebijakan itu mengaku usulan rencana pembangunan Jalan Puncak II yang diinisiasi Bupati Bogor non aktif Ade Yasin dan Bupati Cianjur Herman Suherman mengandalkan anggaran pendapatan belanja nasional (APBN).
Baca Juga: Wajib Nabung Buat Beli Tiket, TXT Gelar Konser di Jakarta Oktober Mendatang
Selain itu, dengan rencana pembangunan jalan Tol Caringin Cianjur itu rencana pembangunan Jalan Puncak II juga terjepit karena pemerintah pusat juga bakal membangun jalan Tol Sentul Karawang.
"Saya memprediksi dengan adanya rencana pembangunan jalan Tol Caringin Cianjur plus jalan Tol Sentul Karawang, maka secara realistis rencana pembangunan Jalan Puncak II bye-bye atau selamat tinggal," kata Yusfitriadi, Selasa 21 Juni 2022.
Baca Juga: Jelang Persib vs Bhayangkara FC, Puluhan Bobotoh Mau ke Si Jalak Diadang Kapolresta Bandung
Dia menuturkan, penolakan recana atau usulan pembangunan Jalan Puncak II juga karena biayanya yang besar. Dimana diperkirakan lebih dari Rp 1,25 triliun dihabiskan untuk pembangunan maupun pembebasan sebagian lahannya.
"Kalau pemerintah pusat yang menanggung pembiayaan pembangunan Jalan Puncak II, itu berat, sementara proyek pembangunan jalan Tol Caringin Cianjur dan Tol Sentul Karawang dibiayai secara prakarsa," tutur Yusfitriadi. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


