Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah: Ibu Sekolah Pertama Anak

Syarifah Sofiah menyebut 40-60 persen kepintaran anak-anak diturunkan dari ibunya. Selain itu, ibu juga merupakan sekolah pertama.

Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah: Ibu Sekolah Pertama Anak
Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah.

INILAHKORAN, Bogor - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menyebut berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan kurang lebih 12.680 sampel, diketahui 40-60 persen kepintaran anak-anak diturunkan dari ibunya.

Selain itu, kata Sekda Syarifah Sofiah, ibu juga merupakan madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak-anaknya.

"Kepintaran itu diturunkan karena ada kromosom X. Para ibu memiliki jumlah kromosom dua kali lebih banyak dari para bapak, ini rahasia dan anugerah dari Allah SWT sehingga para ibu itu menjadi madrasatul ula atau sekolah pertama bagi para anak-anaknya, cermin bagi dirinya karena mayoritas ibu yang lebih sering berinteraksi dengan anak-anaknya, sementara bapak bekerja di luar," ungkap Syarifah Sofiah kepada wartawan, Senin 27 Juni 2022.

Baca Juga: Nikmati Weekend, Kim Kardashian Posting Foto Santai Bak Putri Duyung, Penggemar Terpukau

Syarifah membeberkan, hal atau posisi tersebut yang coba disadari sebagai bekal bersama bagi internal jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam memperkuat pribadi para anggota dan hubungan komunikasi.

"Secara gender, laki-laki dan perempuan sama saja tidak ada perbedaan, termasuk kualitas yang dimiliki. Namun sebagai suami bagi para istri, laki-laki derajatnya ditinggikan oleh Allah SWT satu tingkat lebih tinggi, sehingga apapun keberadaan para istri harus ada izin dari suaminya agar tidak menjadi dosa," bebernya.

"Untuk suami juga harus menyayangi istrinya karena tulang rusuknya para suami ada di para istri, sehingga baik istri maupun suami harus saling berkolaborasi," tambah Syarifah.

Baca Juga: Siswa SMAN 3 Bandung Raih Juara Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi Bidang Matematika

Syarifah memaparkan, dalam kegiatan kedharma wanitaan, pihaknya memiliki iuran perbulan dari, oleh dan untuk anggota yang jumlah nominalnya disesuaikan dan bersumber dari 'jajan' yang diberikan para suami.

"Iuran ini untuk mengembangkan keterampilan dan organisasi DWP, mayoritas sifatnya sosial dan pendidikan untuk masyarakat," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran