Jalur Lambat Jalan Bomang Beroperasi Tahun 2023, Ini Syaratnya !

Jalur lambat Jalan Bojonggede-Kemang akan bisa dilalui oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua maupun empat

Jalur Lambat Jalan Bomang  Beroperasi Tahun 2023, Ini Syaratnya !
jalur lambat Jalan Bojonggede-Kemang akan bisa dilalui oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua maupun empat, hal itu diutarakan oleh Kepala Badan Perencana, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor Suryanto Putra.
 
INILAHKORAN, Bojonggede-Jalur lambat Jalan Bojonggede-Kemang akan bisa dilalui oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua maupun empat, hal itu diutarakan oleh Kepala Badan Perencana, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor Suryanto Putra.
 
Jika tahun 2022, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor menganggarkan Rp 135 miliar untuk proyek pembangunan dua buah jembatan dan peningkatan Jalan Bomang, dimana anggaran tersebut dibagi tiga, dimana masing-masing memiliki nilai proyek Rp 44,9 miliar, maka di Tahun 2023 mendatang, Suryanto Putra menuturkan Pemkab Bogor harus menganggarkan untuk pembangunan fly over di perempatan Bambu Kuning, Desa Bojong Baru, Bojonggede.
 
"Tahun depan, kita harus menyiapkan anggaran untuk pembangunan fly over, hingga kendaraan tidak melintasi jalur kereta listrik Bogor-Jakarta. Setelah itu, jalur lambat Jalan Bomang sudah bisa dilalui kendaraan bermotor roda dua, empat maupun lainnya," tutur Suryanto Putra kepada Inilah Koran, Senin, (11/07/2022).
 
 
Mantan Sekretaris DPU-PR itu menambahkan, bahwa Pemkab Bogor membutuhkan bantuan keuangan dari pemerintah pusat untuk membangun jalur cepat Jalan Bomang, yang menjadi penggubung dua jalan nasional yaitu Jalan Raya Bogor dan Jalan Raya Parung.
 
"Total anggaran pembangunan Jalan Bomang bisa mencapai Rp1,3 triliun, hingga kami butuh suntikan dana dari pemerintah pusat baik melalui dana alokasi umum (DAU) ataupun dana alokasi khusus (DAK)," tambahnya.
 
Sebelumnya, Kepala DPU-PR Kabupaten Bogor Raden Soebiantoro sudah melantik tiga orang sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk bertanggung jawab dalam  proyek pembangunan dua buah jembatan dan peningkatan Jalan Bomang.
 
 
"Semoga dengan arahan para PPK, proyek pembangunan Jalan maupun Jembatan Bomang segera dimulai dan diselesaikan tepat waktu dan tepat spesifikasi," ucap Raden Soebiantoro.
 
Bibin sapaan akrab Soebiantoro meminta PPK bekerjasama dengan konsultan pengawas, hingga proyek pembangunan jembatan maupun  Jalan Bomang tersebut berjalan dengan baik.
 
"Konsultan pengawas kami minta bekerja sesuai tugas, pokok dan fungsinya (Tupoksi), mereka harus lakukan pengawasan secara rutin, taat aturan, dan terus berkordinasi melaporkan progres pekerjaan pembangunan Jembatan dan Jalan Bomang yang dikerjakan para penyedia jasa kepada para PPK," pinta Bibin.
 
 
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, proyek peningkatan Jalan Bojonggede-Kemang di Kecamatan Tajurhalang dimenangkan pelelangannya oleh PT Kemang Bangun Persada dengan nilai Rp 44,9 miliar.
 
Sementara, proyek pembangunan Jembatan Situ Nangerang jalur lambat arah Bojonggede dimenangkan lelangnya oleh PT Cimendang Sakti Kontrakindo dengan nilai Rp 44,9 miliar.
 
Lalu, proyek pembangunan Jembatan Situ Nanggerang jalur lambat arah Kemang dimenangkan lelangnya oleh PT Priangan Bangun Nusantara dengan nilai Rp 44,9 miliar. (Reza Zurifwan)***


Editor : inilahkoran