Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Kota Bogor Batal Terapkan PTM 100 Persen

Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2022/2023 di Kota Bogor sepertinya belum bisa direalisasikan.

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Kota Bogor Batal Terapkan PTM 100 Persen
Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2022/2023 di Kota Bogor sepertinya belum bisa direalisasikan. Hal ini dikarenakan penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor semakin bertambah hingga pada Selasa (12/7/2022) sore berada diangka 77 kasus perhari.
 
INILAHKORAN, Bogor - Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2022/2023 di Kota Bogor sepertinya belum bisa direalisasikan.
 
Hal ini dikarenakan penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor semakin bertambah hingga pada Selasa (12/7/2022) sore berada diangka 77 kasus perhari.
 
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Hanafi memaparkan, tahun ajaran baru akan segera dimulai pada Senin (17/7/2022), kemungkinan baru menerapkan 50 persen untuk melakukan PTM. 
 
 
"Saya akan laporkan ke wali kota untuk sementara menjaga segala macamnya, PTM kemungkinan masih diberlakukan 50 persen," ungkap Hanafi pada Rabu (13/7/2022).
 
Hanafi melanjutkan, pihaknya akan melakukan evaluasi selama satu bulan kedepan atau bulan Agustus 2022 sembari melihat kondisi dan memastikan kesiapan sekolah untuk menerapkan pembelajaran tatap muka. 
 
"Kalau kondisi membaik dan kebijakan lainnya mendukung, PTM 100 persen akan kami laksanakan," terangnya.
 
 
Hanafi mengaku, perlu kehati-hatian dalam menentukan kebijakan tersebut, mengingat  kasus Covid-19 Kota Bogor masih menghantui hingga saat ini.
 
"Kemarin Kota Bogor status PPKM sempat level 2, tapi sekarang level 1. Sambil mempersiapkan kesiapan sekolah," tutur mantan Kepala Bappeda Kota Bogor ini.
 
Hanafi menjelaskan, secara berjenjang informasi tersebut telah disosialisasikan lewat kepala sekolah, bahwa Kota Bogor belum dapat menerapkan PTM 100 persen. Apalagi mengingat data Covid-19 masih naik turun, sehingga memiliki risiko yang cukup tinggi.
 
 
"Kami khawatirkan anak-anak terpapar, untuk sementara tahun ajaran baru Kota Bogor PTM 50 persen," tegasnya.
 
Terpisah, Plh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, memang penambahan kasus Covid-19 Kota Bogor ini akumulasi berbagai kegiatan di masyarakat sudah mulai kegiatan mengundang massa cukup banyak.
 
"Banyak kegiatan yang mengundang massa cukup banyak. Kemudian pernikahan ada Protokol Kesehatan (Prokes), tapi sekarang melonggar. Perjalanan kemarin sudah tidak ada PCR dan syarat lainnya untuk screening Covid-19," ungkap Dedie belum lama ini.
 
 
Dedie melanjutkan, memang hak itu merupakan konsekuensinya dari PPKM level 1, namun angka Covid-19 nya tidak meledak masih cenderung terkendali. Karena itu dirinya meminta agar masyarakat tetap memberlakukan Prokes saat berada didalam ruangan.
 
"Itu konsekuensinya pelonggaran, maka saya minta masyarakat diruang tertutup menerapkan Prokes," terangnya.
 
Diketahui angka penambahan Covid-19 Kota Bogor pada Selasa (12/7/2022) sore berada diangka 77 kasus perhari, kemudian pada Rabu (13/7/2022) sore angkanya masih cukup tinggi dengan penambahan sebanyak 43 kasus perhari. (rizki mauludi)***


Editor : inilahkoran