Ciparigi Rangkul Pengusaha dan Kelompok Tani Untuk Berantas Stunting
Untuk menekan angka penderita stunting kelurahan Ciparigi Kota Bogor merangkul para pengusaha dan petani di Bogor Utara
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kelurahan Ciparigi Kota Bogor merangkul pengusaha dan kelompok-kelompok tani untuk menangani stunting di wilayahnya.
Dari total 441 penderita stunting di wilayah Kota Bogor Utara, sebanyak 61 anak penderita stunting ada di wilayah Ciparigi, meski baru memulai untuk merangkul pengusaha dan kelompok-kelompok tani, Lurah Ciparigi Yadi Riyadi yakin bisa memberantas stunting.
Selain itu, aparatur wilayah RT, RW dan sampai Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Ciparigi diterjunkan untuk validasi data dan menggalang Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Bahkan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting rutin dilakukan setiap adanya pertemuan dengan masyarakat Ciparigi.
Baca Juga: Cek Jadwal SIM Keliling Bogor Selasa 26 Juli 2022
Camat Bogor Utara, Riki Robiansah menuturkan, untuk penanganan stunting di wilayah Ciparigi sama dengan wilayah lain di Kecamatan Bogor Utara. Terkait dengan stunting sudah rakor beberapa kali dengan lurah-lurah terkait dengan stunting bagaimana caranya untuk meminimalisir atau menekan angka di wilayah Bogor Utara khususnya di Ciparigi.
"Diperintahkan kepada para lurah untuk berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan di wilayah masing-masing dan sampaikan angka stunting yang ada. Diharapkan dengan cara seperti itu, pelaku usaha yang di wilayah dapat peduli dan memberikan CSR nya kepada anak-anak stunting," ungkap Riki kepada INILAH pada Selasa 26 Juli 2022.
Riki melanjutkan, pemberian bantuan baiknya bentuknya langsung makanan tambahan atau tidak berbentuk uang. Bisa berbentuk biskuit, berbentuk barang maupun makanan. Supaya mereka bisa memberikan langsung kepada anak-anak yang penderita stunting.
Baca Juga: PPDB Berjalan Lancar, Begini Catatan Evaluasi Disdik Kota Bogor
"Bagaimanapun caranya kami memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Ada 441 penderita stunting di Kecamatan Bogor Utara. Rutin kami melakukan pendampingan kepada masyarakat, kemudian dari posyandu kami imbau kepada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah kelurahan masing-masing, kebun-kebun yang ada sayuran bisa diberikan kepada orang tua yang anaknya penderita stunting," terangnya.
"Untuk data Januari 2022 stunting di Bogor Utara, kelurahan Tegal Gundil 71 anak, Bantarjati 32 anak, Kedung Halang 41 anak, Ciparigi 61 anak, Cibuluh 30 anak, Ciluar 47 anak, Tanah Baru 88 anak dan Cimahpar 71 anak. Jadi total sebanyak 441 anak," tambah Riki.
Sementara itu, Lurah Ciparigi Yadi Riyadi memaparkan, penanganan stunting pertama dilakukan pementaan dan validasi data, bersama pengurus RT, RW dan LPM pihaknya menghasilkan data yang real.
"Kami menggalang dan merangkul pengusaha, agar basis prioritas mana yang perlu dibantu cepat. Kami meminta bantuan ke BJB juga, hal sama dilakukan kepada pengusaha di wilayah kami. Tapi selain makanan, tidak menutup kemungkinan ada bantuan bentuk uang. Karena kebutuhan masing-masing lokasi berbeda terutama kaitan memerlukan logistik yang berbeda. Saat ini data terbaru bulan Juli 2022 angka stunting di Ciparigi tersisa 33 anak," tuturnya.
Yadi menjelaskan, pihaknya juga akan bentuk tim, untuk melakukan pelaksanaan menyalurkan bantuan. Daya dukungan masyarakat perlu digalang karena percuma kalau banyak bantuan, tetapi masyarakat tidak membantu.
"Kami Galang CSR dan bersama-sama puskesmas setempat akan terjun ke wilayah menebar bantuan. Kami melakukan sosialisasi terus menerus dan setiap pertemuan pasti di selipkan sosialisasi tentang penanganan stunting dan pencegah nya seperti apa. Secara intens, terbaru data pertemuan pembinaan RTLH diselipkan bagaimana cara penanganan stunting," jelasnya.
Baca Juga: Dukung Program Pencegahan Stunting di Indonesia, Telkomsel dan BKKBN Kolaborasi
Terpisah, Lurah Ciluar Denny Ardiansyah membeberkan, pihaknya sudah sukses mengundang para pengusaha untuk ikut komitmen menangani soal stunting. Untuk itu dituangkan di banner, agar konsisten dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sementara nama programnya Rabu Rindu setiap Rabu ngariung di posyandu. Jadi, setiap Rabu diberikan makanan tambahan, pengusaha langsung memberi ke masyarakat yang anaknya penderita stunting.
"Selain itu ada dari puskesmas untuk PMT.Kami setelah menggalang CSR dan selanjutnya menggalang usaha pertanian dan peternakan. Ada bantuan mereka dari pemerintah dan bantuan dari pemerintah kepada pertanian sebagian untuk penanganan gizi buruk. Maka kelompok tani dan lainnya harus membantu pemerintah menangani stunting," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


