Komisi II dan Perumda Tirta Pakuan Bahas Soal Rencana Pinjaman ke Pemerintah Pusat

Hasil rapat antara Komisi II DPRD Kota Bogor dengan Perumda Tirta Pakuan sepakat untuk melakukan pinjaman perbankan sebagai bantuan modal

Komisi II dan Perumda Tirta Pakuan Bahas Soal Rencana Pinjaman ke Pemerintah Pusat
Perumda Tirta Pakuan dan DPRD Kota Bogor menggelar rapat terkait upaya peminjaman modal.

INILAHKORAN, Bogor - Komisi II DPRD Kota Bogor lakukan rapat kerja dengan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, terkait rencana peminjaman uang ke pemerintah pusat pada Senin 25 Juli 2022 lalu.

Hasilnya Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Edi Darmawansyah, menyebutkan dalam rapat kemarin pihak Perumda Tirta Pakuan menjabarkan rencananya tersebut secara rinci.

"Rencana program dengan menggunakan alternatif pembiayaan pinjaman perbankan dan insentif NUWSP, akan digunakan oleh Perumda Tirta Pakuan untuk peningkatan SPAM Cipinang Gading," ungkap Edi kepada wartawan di ruang Komisi II pada Kamis 28 Juli 2022.

Baca Juga: Bersihkan Sungai Cisadane, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rangkul TNI/Polri Hingga Komunitas

Edi melanjutkan, dengan rincian Rp19,5 miliar dari Insentif NUWSP untuk IPA, pinjaman perbankan sebesar Rp25,9 miliar untuk reservoir dan jaringan perpipaan serta Rp17,2 miliar untuk perbaikan sistem pengaliran dan Rp21,9 untuk penurunan tingkat kehilangan air.

"Jadi pinjaman perbankan senilai Rp65 miliar akan diikutsertakan dalam program NUWSP dan dana insentif digunakkan untuk pembangunan IPA Cipinang Gading dengan kemampuan 100 liter per detik," terang Edi.

Ia membeberkan, dalam rencana pengembangan SPAM Cipinang Gading, bahwa potensi pelanggan yang dapat dicapai oleh Perumda TIrta Pakuan sebanyak 4.461 SR dan perumahan BNR sebanyak 1.430 SR, sehingga totalnya 5.891 SR baru.

Baca Juga: Bidang Penelitian, Tirta Pakuan Jalin Kerjasama dengan Unpak

"Tentu hal tersebut menjadi potensi pendapatan yang akan didapatkan oleh Perumda Tirta Pakuan, sehingga Edi menilai rencana pengajuan ini akan menguntungkan selama tidak memberatkan APBD kedepannya.

“Tentu kami akan membahas ini lebih lanjut lagi, nemun kami yakini skema ini akan membawa dampak positif untuk Perumda Tirta Pakuan,” terangnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil paparan DIreksi Perumda Tirta Pakuan, pinjaman ini dipastikan tidak akan memberatkan APBD dalam hal pembayarannya. Sedangkan untuk skema pengembalaiannya diprediksi akan berlangsung selama 10 hingga 15 tahun dengan subsidi bunga sebesar 50 persen.

Baca Juga: Perumda Tirta Pakuan Bantu Suplai Air Empat Wilayah di Kabupaten Bogor

“Pinjaman ini diupayakan akan bisa terealisasi di tahun ini. Jadi mereka akan mempersiapkan pengajuannya, segala persyaratan jaminan dan segala rupa,” jelas Edi.

Jika menelisik keuntungan yang diperoleh oleh Perumda Tirta Pakuan selama lima tahun terakhir, Edi percaya jika Perumda Tirta Pakuan mampu untuk membayar hutang yang akan dipinjam ini. Namun, ia mengingatkan kepada jajaran direksi agar jangan sampai hutang yang diajukan tahun ini menjadi beban bagi direksi selanjutnya, sehingga perlu perhitungan yang matang.

“Secara sekilas ini sangat memungkinkan. Karena tadi sudah dipaparkan kepada komisj II. Mereka punya kemampuan sumbernya dari mana saja,” pungkasnya. (rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran