Bosan Kebanjiran, Warga RW 05 Desa Rahayu Minta Bupati Dadang Supriatna Turun Tangan

Warga Desa Rahayu meminta Bupati Bandung Dadang Supriatna turun tangan atasi banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cikeueus

Bosan Kebanjiran, Warga RW 05 Desa Rahayu Minta Bupati Dadang Supriatna Turun Tangan
Bosan selalu kebanjiran akibat melupnya Sungai Cikeueus, warga Desa Rahayu minta Bupati Dadang Supriatna turun tangan.

INILAHKORAN, Soreang - Warga di enam RT di RW 5 Desa Rahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung mengeluhkan sering jebolnya tanggul Sungai Cikeueus.

Akibat jebolnya tanggul Sungai Cikeueus, ratusan rumah milik warga selalu kebanjiran dengan ketinggian 70 sentimeter hingga 1 meter.

Ketua RW 05 Desa Rahayu, Asep Andian mengatakan, jebolnya tanggul Sungai Cikeueus sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Dan ketika air dari Sungai Cikeueus itu besar, otomatis meluap masuk kepemukiman warga.

Baca Juga: Kolam Retensi Pusenkav Diharapkan Atasi Banjir Turangga

Rumah warga yang terendam banjir ini jumlahnya ratusan rumah yang tersebar di RT 4,5,6,7 dan 8 di RW 05. Dalam setahun, banjir yang merendam pemukiman warga itu bisa terjadi 10 kali banjir.

"Biasanya kalau banjir lamanya sekitar 5 jam. Yah setiap banjir warga disini harus siap-sip saja angkat-angkat barang di rumah dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi. ini sudah berlangsung lama lebih dari 10,"kata Asep, Senin 23 Mei 2022.

Sebenarnya, kata Asep, selama ini warga selalu berupaya memperbaiki tanggul tersebut. Namun sayangnya, jebol kembali. Karena memang hanya diperbaiki dengan swadaya masyarakat dengan material seadanya.

Baca Juga: Uu Ruzhanul Serahkan 56 Ton Beras untuk Korban Banjir Ciamis

Permasalahan ini, sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah setempat. Namun sayangnya, untuk beberapa titik tanggul ditempat itu belum juga mendapat giliran perbaikan.

"Sampai saya malu sama warga karena terlalu sering meminta partisipasi untuk perbaikan tanggul itu. Kami terus berupaya memperbaiki tanggul itu swadaya membangun tanggul sementara. Bahkan sampai ada korban jiwa saat melakukan perbaikan tanggul. Namun sayangnya upaya kami belum optimal dan banjir masih terus melanda kampung ini," ujarnya.

Asep berharap, penderitaan warga kampungnya itu bisa segera diselesaikan. Tentunya, dengan bantuan atau intervensi dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Karena jika hanya mengandalkan swadaya masyarakat hanya bersifat tanggul sementara.

Baca Juga: bank bjb Ultah ke-61, Banjir Promo Produk dan Merchant

"Sudah kami laporkan ke Pemerintah Desa Rahayu. Tapi belum ada tanggapan, nah sekarang kami meminta bantuan kepada  Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk turun tangan," katanya.(rd dani r nugraha).


Editor : inilahkoran