Budaya Transparansi Dedi Mulyadi Masuk Birokrasi, ASN Jabar Laporkan Kinerja ke Warga
aya kepemimpinan terbuka yang selama ini melekat pada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mulai mengubah pola kerja birokrasi di lingkungan Pemprov Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gaya kepemimpinan terbuka yang selama ini melekat pada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mulai mengubah pola kerja birokrasi di lingkungan Pemprov Jabar secara keseluruhan.
Transparansi yang sebelumnya identik dengan kepala daerah, kini menjadi standar baru yang diterapkan hingga level aparatur sipil negara (ASN).
ASN tidak lagi hanya bekerja dan menyusun laporan internal. Mereka kini didorong menyampaikan perkembangan pekerjaan secara langsung kepada masyarakat, melalui dokumentasi lapangan yang dipublikasikan di media sosial milik pemerintah, sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Perubahan pola kerja tersebut terlihat dalam proses penataan kawasan Jalan Radjiman, Kota Bandung, setelah penertiban bangunan liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Perkembangan terbaru penataan kawasan itu dilaporkan langsung Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama Pemprov Jabar Muhammad Budi Setyawan. Budi yang juga tergabung dalam tim Sekda Jabar Herman Suryatman mendapat instruksi untuk mendokumentasikan dan melaporkan setiap perkembangan pekerjaan di lapangan melalui video.
Laporan tersebut kemudian dipublikasikan melalui akun media sosial pribadi Sekda Jabar, agar masyarakat dapat memantau langsung progres pekerjaan pemerintah secara real time.
"Awalnya kaget. Tapi akhirnya termotivasi, karena Pak Sekda ingin kami semua, ASN di lingkungan Pemprov Jabar untuk memberikan laporan langsung secara real time," ujar Budi, Minggu (2/8/2026).
Menurut Budi, penataan Jalan Radjiman merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung. Saat ini pekerjaan memasuki tahap awal yang difokuskan pada pembenahan infrastruktur dasar kawasan.
Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi penertiban kabel udara yang semrawut, pembukaan saluran drainase yang selama bertahun-tahun tertutup bangunan liar, pengerukan sedimentasi, perbaikan dinding saluran air, revitalisasi paving block, hingga penataan ruang milik jalan (rumija) dan trotoar.
Pemprov Jabar menargetkan kawasan tersebut tidak hanya terbebas dari bangunan liar, tetapi juga berubah menjadi ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi warga.
"Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan pengecatan trotoar menggunakan konsep warna yang akan ditetapkan kemudian agar menghadirkan wajah kawasan yang lebih aman, sehat, resik dan indah (ASRI)," ucapnya.
Penataan kawasan juga mulai mendapat dukungan dari lingkungan sekitar. Sejumlah elemen masyarakat ikut terlibat dalam upaya memperbaiki kualitas ruang publik yang sebelumnya semrawut.
"SMA Kristen Bandung yang ada di kawasan Jalan Radjiman juga menyatakan kesiapan, untuk turut mempercantik area depan sekolah melalui pemasangan paving block tambahan dan pengecatan yang diselaraskan dengan konsep penataan kawasan yang sedang dijalankan pemerintah," ungkapnya.
Budi menambahkan, pesan yang terus ditekankan Sekda Jabar adalah pentingnya membuka akses informasi kepada masyarakat atas setiap pekerjaan yang dilakukan pemerintah. Sebab itu, dokumentasi lapangan tidak lagi menjadi konsumsi internal birokrasi, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan publik.
Dengan pola tersebut, ASN tidak hanya dituntut menghasilkan kinerja, tetapi juga menunjukkan hasil kerjanya secara terbuka. Transparansi yang selama ini menjadi ciri kepemimpinan Dedi Mulyadi, kini mulai menjelma menjadi budaya baru di birokrasi Jabar.
Editor : Doni Ramdhani

