Buruan yang Menjadi Panggung Kreativitas Warga

DARI halaman kampung, kreativitas menemukan ruang. Seni dan ekonomi warga pun bergerak bersama.

Buruan yang Menjadi Panggung Kreativitas Warga
GOTONG ROYONG: Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat meresmikan ‘Diburuan Festival Jilid 4’ dan Kampung Kreatif Cikandang. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, namun bukti nyata kekuatan gotong royong.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

Halaman Virageawie, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (19/9), tak sekadar menjadi tempat berkumpul warga. Ruang itu menjelma menjadi panggung bagi kreativitas, tempat seni, budaya, dan geliat ekonomi warga bertemu dalam satu helaran.

Di tempat itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail membuka Diburuan Festival Jilid 4. Bersamaan dengan itu, Kampung Kreatif Cikandang resmi diluncurkan melalui agenda Kick Off.

Diburuan Festival yang telah memasuki tahun keempat tidak sekadar menawarkan hiburan. Di balik perhelatan tersebut, tumbuh semangat warga memanfaatkan ruang publik sebagai tempat berekspresi sekaligus menggerakkan potensi ekonomi di sekitarnya.

“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Virageawie Indonesia, para pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat yang secara konsisten terus menggerakkan potensi lokal wilayah,” kata Asep.

Menurut Asep, keberadaan Diburuan Festival dan Kampung Kreatif Cikandang menunjukkan bagaimana sebuah ruang sederhana dapat menjadi tempat bertemunya kreativitas, kepedulian sosial, dan semangat menjaga lingkungan.

Bandung Barat sendiri menyimpan beragam potensi yang tumbuh dari kehidupan masyarakat. Seni, budaya, kerajinan, hingga olahan bambu menjadi bagian dari kekayaan lokal yang terus dikembangkan.

“Kabupaten Bandung Barat sendiri sesungguhnya menyimpan potensi seni, budaya, serta kerajinan lokal yang luar biasa,” ujarnya.

Di tengah potensi tersebut, konsep pemanfaatan ruang publik atau buruan menjadi penting. Ruang yang selama ini mungkin hanya dipandang sebagai tempat berkumpul, dapat dihidupkan menjadi ruang kolaborasi dan ekspresi. Lebih dari itu, aktivitas di dalamnya diharapkan ikut menggerakkan ekonomi warga.

(agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran