Cileunyi Macet, Opsi Buka Exit Tol Gedebage Bakal Diambil Dishub Jabar
Dishub Jabar sudah memikirkan opsi membuka exit Tol Purbaleumyi KM 149 Gedebage jika exit Tol Cileunyi tidak sanggup menampung kendaraaan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menyiapkan opsi jika kemacetan lalu lintas terjadi di kawasan Cileunyi pada masa mudik dan balik Idulfitri 1443 H. Opsi itu, yakni pembukaan Exit Tol Purbaleunyi KM 149 Gedebage.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat A Koswara Hanafi mengatakan, Gerbang Tol Cileunyi memiliki risiko kemacetan yang besar pada masa mudik dan balik Lebaran ini. Itu lantaran masih kurangnya gate tol dan kurangnya rambu-rambu penunjuk arah jalan.
Kondisi itu, dapat menyebabkan kebingungan pengendara terlebih di Cileunyi sudah dibangun jalan lingkar dan underpass yang bisa saja membuat bingung pengendara yang baru pertama kali menggunakan jalur baru tersebut.
Baca Juga: Manjakan Pemudik, Polresta Bandung Hadirkan Tempat Bermain Anak di Pos Mudik Cileunyi
"Sehingga kita minta tambahan rambu tambahan, dan skenario saat ada antrean panjang, kami harap ada mobile rider untuk bantu pengecekan tiket. Kalau belum kepadatan selesai juga, jalur Cisumdawu sampai Sumedang bisa diberlakukan jadi alternatif. Kalau tidak tercapai juga, kita buka Exit KM 149 sebagai alternatif," ujar Koswara, Selasa 26 April 2022.
Bilamana pada akhirnya Exit KM 149 dibuka, kendaraan dapat diarakan ke Kota Bandung atau dapat ke arah Garut via Majalaya dan Cijapati. Adapun kemacetan di jalur selatan Jabar sendiri, menurut dia memiliki banyak penyebab.
Dari mulai kondisi infrastruktur di Cileunyi, aktivitas pasar tradisional di jalur Limbangan, sampai kondisi curam di jalur Gentong.
Baca Juga: Polda Jabar Siapkan 3 Skenario Atasi Kemacetan di Gerbang Tol Cileunyi Saat Mudik Lebaran 2022
"Di Limbangan ada tiga pasar berendengan yang penyebab kemacetannya adalah orang nyeberang, sehingga penangananya di masa kemarin dilakukan kanalisasi orang nyeberang dan dijaga, waterbarier dipasang sepanjang pasar, hanya bisa menyeberang di titik tertentu dan waktunya diatur," katanya.
Pihaknya memperkirakan akan ada 5,5 juta orang yang masuk ke Jawa Barat atau mudik ke Jawa Barat selama masa mudik ini. Dengan demikian, pihaknya pun harus mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Jawa Barat.
"Kebanyakan mobil pribadi dan roda dua, baru angkutan umum. Ini harus diantisipasi penambahan kendaraan di Jabar ini terutama ke kawasan wisata," katanya.
Baca Juga: Polri Imbau Perajin Senapan Angin di Cileunyi Jangan Terjebak Iming-iming Bikin Senpi Rakitan
Karena itu, pihaknya pun menempatkan personel dan posko di jalur utama mudik, juga di kawasan wisata di Jawa Barat. Karena bukan hanya sebagai perlintasan mudik, kata Koswara, Jawa Barat menjadi tujuan mudik dan wisata.
Editor : inilahkoran

