Curhat ke Pria Lain Saat Rumah Tangga Bermasalah, Buya Yahya: Bisa Jadi Pintu Masuk Setan

Pernyataan Paula yang mengaku curhat dengan yang bukan mahram jadi sorotan, Buya Yahya pun menjelaskan menurut pandangan Islam.

Curhat ke Pria Lain Saat Rumah Tangga Bermasalah, Buya Yahya: Bisa Jadi Pintu Masuk Setan

INILAHKORAN - Baru-baru ini, model dan artis Paula Verhoeven kembali membantah tuduhan perselingkuhan yang menyeret namanya.

Melalui podcast YouTube bersama Deddy Corbuzier, Paula menjelaskan bahwa kedekatannya dengan sosok pria yang juga sahabat lama Baim Wong—suaminya—hanyalah sebatas curhat dan tidak lebih dari hubungan pertemanan.

“Waktu itu aku cuma butuh tempat cerita karena memang kondisi Baim sudah berbeda. Dan kebetulan dia adalah sahabat Baim sendiri selama 25 tahun. Bahkan, Baim yang izinkan dia masuk rumah,” kata Paula, Jumat, 26 Februari 2025, menegaskan bahwa tidak ada niat atau tindakan melampaui batas.

Ia juga menyebut bahwa rumah tangga pria tersebut dengan istrinya pun masih harmonis dan tidak ada konflik, seolah ingin menekankan bahwa curhat itu tidak merusak hubungan siapa pun. Namun, kondisi ini justru mengingatkan publik pada pesan-pesan dari ulama Buya Yahya mengenai batasan istri dalam mencurahkan isi hati kepada pria lain yang bukan mahram.

Dalam beberapa ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa seorang istri yang menghadapi masalah rumah tangga sebaiknya menyelesaikannya terlebih dahulu bersama suami. Jika memang membutuhkan pihak ketiga, harus sangat selektif dalam memilih kepada siapa ia curhat.

“Kalau pun harus curhat ke luar, pilihlah orang yang adil, bukan yang memihak. Jangan asal bercerita apalagi kepada pria lain,” ujar Buya Yahya, yang juga pengasuh LPD Al Bahjah.

Menurut beliau, ada bahaya tersembunyi dalam curhat yang terlalu dalam dan terlalu sering kepada pria lain. Meski awalnya hanya sekadar cerita, jika dibiarkan berlarut-larut, bisa membuka celah masuknya godaan syahwat dan bisikan setan.

Terlebih jika pria tersebut mulai berbicara manis, menggunakan sapaan akrab yang menggoda, seperti “adik yang baik” atau “yang tersayang”.

“Di situ iblis sudah mulai masuk. Apalagi kalau setiap malam curhat dua tahun, itu sudah bukan menyelesaikan masalah tapi menikmati keintiman yang salah,” ungkapnya.

Buya Yahya mengingatkan bahwa laki-laki, siapa pun dia, bahkan yang tampak agamis, tetap memiliki syahwat. Jika ada pria yang justru memberi saran agar istri menjauh dari suaminya, itu sudah menjadi tanda bahaya.

“Kalau dia menyuruh menjauh dari suami, artinya ada racun. Hati-hati. Apalagi kalau Anda wanita sukses, cantik, kaya. Godaan makin besar,” kata Buya.

Ia juga menegaskan bahwa wanita yang terus-menerus menceritakan keburukan suami kepada pria lain bisa tergelincir pada pengkhianatan. Sekalipun hanya kata-kata, jika sudah membicarakan aib rumah tangga secara intens, maka itu bukanlah ciri wanita salehah.

“Wanita yang baik tidak curhat sembarangan. Kalau memang harus curhat, carilah jalan keluar, bukan kenikmatan dari komunikasi yang salah,” tutup Buya Yahya.


Editor : Firda Rachmawati