Suami Seperti Ini Bisa Menjauhkan Istri dari Surga, Begini Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya menjelaskan ciri suami yang bisa menjauhkan istri dari surga.

Suami Seperti Ini Bisa Menjauhkan Istri dari Surga, Begini Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya soal suami yang membuat istri jauh dari surga

INILAHKORAN - Dalam kehidupan rumah tangga, peran suami sebagai pemimpin keluarga sangatlah besar, bahkan sering disebut bahwa "surga istri terletak pada suami".

Namun, apakah istilah itu tetap berlaku jika sang suami lalai dalam kewajiban agama? Pertanyaan ini muncul dalam sebuah kajian yang diasuh oleh Buya Yahya, seorang ulama ternama dan pengasuh LPD Al-Bahjah.

Dalam ceramahnya yang disiarkan melalui kanal YouTube Al-Bahjah, Buya Yahya merespons pertanyaan seorang jemaah perempuan yang merasa cemas mengenai nasib akhiratnya.

Ia mempertanyakan, apakah tetap layak suaminya disebut sebagai "jalan surga", padahal sang suami sudah bertahun-tahun tidak melaksanakan shalat dan puasa.

Menanggapi hal ini, Buya Yahya menjelaskan bahwa seorang istri memang diwajibkan untuk taat kepada suaminya. Namun, ketaatan itu tidak berlaku jika suami mengajak pada keburukan atau melalaikan kewajiban agama.

“Kalau suaminya tidak benar, tidak boleh kita taat dalam hal yang haram,” tegas Buya Yahya.

Menurutnya, istilah "surga istri ada pada suami" tidak dapat dijadikan pembenaran untuk bersikap semena-mena. Justru suami yang tidak menjalankan kewajiban agama dan tidak memberikan pendidikan spiritual kepada keluarganya bisa menjadi penyebab kehancuran rumah tangga, bahkan membawa istrinya ikut terjerumus dalam dosa.

“Ada suami egois, keras kepala, sedikit-sedikit bilang ‘surgamu ada padaku’, padahal dirinya tidak shalat, tidak mendidik. Kalau begitu, yang ada bukan surga tapi neraka bersama,” ungkapnya.

Buya Yahya menekankan pentingnya peran istri untuk menasihati suami jika melihat sang suami menjauh dari ajaran agama. istri harus mengingatkan dan mengajak dalam kebaikan. Jika tidak, maka bisa terjadi ketimpangan dalam rumah tangga yang mengarah pada kezaliman berkepanjangan.

“Kalau tidak bisa membimbing dan justru membawa pasangannya dalam maksiat, maka itu bisa menjadi sebab pasangan masuk neraka. Bahkan, lebih baik berpisah daripada terus hidup dalam kezaliman dan dosa yang berulang,” jelas Buya Yahya.

Sebaliknya, jika seorang istri yang tidak menjalankan kewajiban ibadah dan menuntut berlebihan hingga suaminya terjerumus ke dalam perbuatan haram, hal itu pun bisa menjadi sebab sang suami masuk neraka. Dalam hal ini, tanggung jawab berada di pundak istri.

Karena itu, Buya Yahya mengingatkan pentingnya saling membantu dalam kebaikan di dalam rumah tangga. “Tujuan pernikahan adalah saling menolong menuju ketaatan. Jika yang terjadi sebaliknya—saling menyeret dalam keburukan—maka tidak ada surga di situ,” pungkasnya.


Editor : Firda Rachmawati