Dadang Supriatna Sebut Kementerian PU Kucurkan Rp151 Milir untuk Tanggulangi Banjir
Terkait persoalan banjir, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan secara geografis daerahnya berada di kawasan cekungan Bandung Purba.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Terkait persoalan banjir, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan secara geografis daerahnya berada di kawasan cekungan Bandung Purba sehingga menjadi titik tampungan air dari berbagai wilayah seperti Kota Bandung, Cimahi, hingga Sumedang.
Pemkab Bandung bersama pemerintah pusat juga telah mengusulkan sejumlah proyek penanganan banjir. Di antaranya pembangunan danau retensi di kawasan Tegalluar dan Sukamanah Rancaekek, serta normalisasi Sungai Cisunggalah sepanjang 5 kilometer.
Menurutnya, usulan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan total anggaran mencapai sekitar Rp151 miliar melalui skema multiyears.
Anggaran tersebut meliputi penanganan pasca bencana sekitar Rp68 miliar, pembangunan danau retensi di Desa Tegalluar sekitar Rp46 miliar, pembangunan danau di Desa Sukamanah Rancaekek sekitar Rp48 miliar, serta penanganan Sungai Cisungalah.
“Pak Menteri PU langsung menyampaikan siap dan saat ini sedang dibahas detail teknisnya oleh BWS dan Dinas PUTR,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Dadang menambahkan, pembangunan danau retensi tersebut juga melibatkan para pengusaha lokal. Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Bandung, setiap perusahaan yang melakukan pengembangan kawasan diwajibkan menghibahkan minimal 10% lahannya untuk fasilitas sosial dan pengelolaan air publik.
“Danau ini bukan hanya untuk penanganan banjir, tetapi juga untuk pengisian air tanah, water treatment, hingga potensi wisata,” katanya.
Meski area genangan banjir saat ini telah berkurang dari sekitar 4.500 hektare menjadi sekitar 1.500 hektare berkat pembangunan kolam retensi dan polder air, namun ancaman banjir masih cukup tinggi akibat sedimentasi sungai, kerusakan kawasan hulu, serta perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
“Saat ini sedimentasi tanah di muara Sungai Citarum, seperti di daerah Tegal Luar, sudah mencapai hampir 10 juta kubik. Kalau tidak segera dilakukan normalisasi, maka potensi banjir akan terus terjadi saat curah hujan tinggi,” katanya.
Dadang pun mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan pengerukan dan normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di wilayah Bandung Selatan.
Editor : Doni Ramdhani

