Dari Api Tumbuh Harapan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Api memang telah padam. Namun, di Jalan Jembatan Opat, Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, bekas kebakaran masih menyisakan cerita tentang kehilangan.
Satu rumah yang dihuni empat kepala keluarga terdampak musibah tersebut. Harta benda yang dikumpulkan bertahun-tahun, termasuk uang dan perhiasan, ikut hangus bersama kobaran api.
Di tengah kehilangan itu, bantuan mulai berdatangan. Warga sekitar ikut turun tangan, menunjukkan bahwa musibah tidak selalu harus dihadapi sendirian.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin datang meninjau kondisi warga dan hunian pascakebakaran, Senin (10/8). Dia didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lurah, Dinas Sosial, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung.
Erwin melihat langsung kondisi rumah yang terbakar sekaligus mendengarkan cerita warga yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga.
“Ini satu rumah diisi oleh empat keluarga. Perhiasan dan uang semuanya terbakar. Tetapi alhamdulillah masyarakat juga ikut membantu,” ujar Erwin dalam keterangan persnya, Senin (10/8).
Bagi Erwin, kepedulian warga menjadi kekuatan penting dalam situasi seperti ini. Gotong royong membuat keluarga yang terdampak tidak merasa menghadapi masa sulit seorang diri.
Pemkot Bandung pun menyiapkan bantuan agar rumah tersebut dapat kembali berdiri. Harapan itu terbuka karena lahan yang ditempati warga telah memiliki sertifikat.
Kondisi tersebut memungkinkan rumah diusulkan mengikuti program rehabilitasi atau bedah rumah. DPKP akan dilibatkan dalam proses pembangunan kembali, sementara kekurangan kebutuhan pembiayaan diupayakan mendapat dukungan dari Baznas.
“Pemkot Bandung pasti hadir saat keluarga mengalami musibah. Mudah-mudahan secepatnya rumah ini bisa dibangun kembali,” kata Erwin.
Bantuan tidak hanya diarahkan pada rumah. Dinas Sosial juga telah memberikan dukungan awal untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan. Erwin turut memberikan bantuan uang secara langsung kepada keluarga terdampak.
Bantuan tersebut mungkin belum mampu mengganti seluruh barang yang hilang. Namun, setidaknya menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendiri melewati masa sulit.
“Di sini hidup gotong royongnya, saling membantu. Tidak mungkin ada yang kesulitan kemudian dibiarkan,” ujarnya.
Di balik musibah yang menyisakan kehilangan, Erwin juga membawa pesan lain: kebakaran bisa dicegah jika kewaspadaan dibangun sejak dari rumah. (gin)
Editor : Inilahkoran


