Menjaga Jalan, Merawat Rasa Aman Warga Bandung

KEJAHATAN jalanan belum sepenuhnya pergi dari Bandung Raya. Polisi kini memperkuat strategi menghadapi begal dan curanmor.

Menjaga Jalan, Merawat Rasa Aman Warga Bandung
KUNJUNGAN KERJA: Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto melakukan kunjungan kerja ke Polrestabes Bandung, Senin (10/8). Kunjungan ini digelar untuk mengecek langsung strategi penanganan aksi kejahatan jalanan di wilayah Bandung Raya.

Oleh: Cesar Yudistira

Bandung Raya tidak pernah benar-benar tidur. Di antara lalu lintas yang padat dan aktivitas warga yang terus bergerak, ada persoalan lain yang ikut menyelinap: kejahatan jalanan.

Begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi dua perkara yang masih mendapat perhatian kepolisian. Dinamika wilayah Bandung Raya yang padat membuat persoalan keamanan membutuhkan perhatian lebih, sekaligus strategi yang terus diperbarui.

Kondisi itu menjadi salah satu perhatian Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto saat melakukan kunjungan kerja ke Polrestabes Bandung, Senin (10/8). 

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pipit datang untuk melihat langsung kesiapan personel, kondisi sarana dan prasarana, hingga pola penanganan keamanan yang diterapkan jajaran Polrestabes Bandung.

Menurut Pipit, kunjungan rutin diperlukan agar pimpinan kepolisian tidak hanya menerima laporan dari meja kerja, tetapi juga mengetahui situasi yang dihadapi anggota di lapangan.

"Ini kunjungan rutin untuk mengetahui situasi dan kondisi terkini. Kami ingin terus menjaga dan merawat Jawa Barat," kata Pipit kepada wartawan di Polrestabes Bandung.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah kejahatan jalanan. Keluhan masyarakat terkait begal, menurut Pipit, harus dijawab dengan langkah pencegahan sekaligus penindakan.

"Keluhan masyarakat harus kita jawab, terutama untuk mencegah dan menanggulangi isu menonjol seperti begal," ujarnya.

Bandung Raya memiliki karakter yang berbeda dibandingkan wilayah lain. Kepadatan aktivitas masyarakat dan tingginya mobilitas membuat potensi gangguan keamanan ikut meningkat.

Pipit mengatakan, berdasarkan evaluasi kepolisian, kasus curanmor dan begal masih menjadi persoalan yang menonjol. Selain itu, sejumlah perilaku menyimpang di masyarakat juga menjadi perhatian aparat.

"Data menunjukkan curanmor dan begal masih tinggi. Ada juga perilaku menyimpang yang menjadi perhatian kami," katanya.

Karena itu, kunjungan Pipit bersama para pejabat utama Polda Jabar menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kesiapan Polrestabes Bandung secara menyeluruh. Mulai dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga aspek operasional diperiksa.

Kondisi fisik kantor yang tergolong lama tidak luput dari perhatian. Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan dan pengamanan.

"Kami ingin melihat kesiapan SDM, sarana prasarana, dan operasional agar ke depan lebih baik," kata Pipit.

Dia optimistis keterbatasan fasilitas dapat disiasati melalui strategi baru. Polda Jabar juga akan membantu memenuhi kebutuhan yang masih kurang agar kinerja Polrestabes Bandung semakin optimal.

"Kantornya memang lama, tetapi bisa dioptimalkan dengan strategi baru. Kami akan membantu melengkapi kekurangannya," ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran